Beranda blog Halaman 26

Sambut HUT TNI ke 80, Kodim 0425/Seluma Gelar Donor Darah. Bupati Teddy Rahman Donor Perdana

0
DONOR DARAH: Tampak Bupati Seluma Teddy Rahman, SE, MM dan Dandim 0425/Seluma Letkol TNI (Kav) Yuliansyah donor darah dalam giat bakti teritorial korem 041 Gamas yang digelar Kodim 0425/Seluma, Selasa pagi 30 September 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 80 tahun 2025, Kodim 0425/Seluma menggelar bakti teritorial donor darah di Sekretariat PMI Kabupaten Seluma. Kegiatan ini diikuti Bupati dan Forkompinda dan sejumlah instansi di Kabupaten Seluma, Selasa 30 September 2025.

Kodim 0425/Seluma Letkol Kav Yuliansyah mengatakan kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT TNI ke 80 tahun 2025. Untuk membantu PMI memenuhi kebutuhan darah bagi pasien – pasien yang membutuhkan.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, terimakasih pak bupati, forkopimda dan Instansi yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini,” ucap Dandim 0425/Seluma.

Dalam kegiatan ini Forkopimda ikut melakukan donor darah, termasuk Bupati Seluma. Total ada 37 kantong darah yang berhasil dikumpulkan dan langsung didistribusikan ke PMI Kabupaten Seluma.

“Selain bakti teritorial donor darah, kami juga mengadakan bhakti sosial seperti pasar murah dan pembagian sembako kepada masyarakat,” kata Dandim putra asli Seluma ini.

Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman melakukan donor darah yang perdana di HUT TNI ke 80 tahun 2025. Dengan didampingi dokter pribadi yang tak lain adalah istrinya Mega Ayu Varizah. Bupati Seluma menyumbang satu kantong darah untuk masyarakat Seluma.

“Jujur agak gugup, karena ini perdana saya donor darah,” ucap Teddy Rahman di dampingi istri.

Teddy mengatakan kegiatan donor darah ini sangat positif, karena sangat membantu pasien yang membutuhkan darah saat perawatan di RSUD Tais.

Ke depan bupati berharap kegiatan ini rutin dilakukan, karena selain baik untuk kesehatan juga membantu sesama yang membutuhkan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Saya harap kegiatan donor darah ini dapat rutin dilakukan, karena baik untuk kesehatan dan kita mendapat membantu sesama yang membutuhkan,” sampai Teddy Rahman.(aba)

Dinkes Seluma Bengkulu Wajibkan Dapur SPPG Program MBG Miliki SLHS 

0
WAJIB SLHS: Kadinkes Seluma, Rudi Sawaludin mewajibkan dapur SPPG MBG di Seluma miliki Sertifikat Laik Hegiene Sanitasi atau SLHS

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Tidak ingin ada keracunan di program makan bergizi gratis (MBG), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma mengambil langkah tegas. Dinkes Seluma mewajibkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG memiliki Setifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Sawaludin mengatakan SLHS ini wajib dimiliki oleh dapur SPPG program MBG. Untuk memberikan rasa aman pada anak dan orang tua penerima program MBG di Seluma.

“Kami wajibkan dapur SPPG program MBG ini miliki SLHS. Ini sebagai upaya kita untuk memberikan rasa aman pada anak dan orang tua sebagai penerima program ini,” terang Rudi Sawaludin, dikonfirmasi Selasa 30 September 2025.

Sertifikat SLHS ini jelas Rudi, dikeluarkan Dinas Kesehatan. Untuk mendapatkan SLHS ini, Dinkes akan menurunkan tim ke dapur SPPG, mengecek kelaikan dapur dan peralatan yang ada.

“Sesuai himbauan Kemenko PMK ini wajib ada. Jadi kami minta pengelola dapur SPPG di Seluma untuk mengurus SLHS ini,” kata Rudi.

Untuk saat ini lanjut Rudi, baru dapur SPPG di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sukaraja yang telah memiliki SLHS ini, dari tiga dapur SPPG MBG yang ada. Untuk itu, bagi dapur SPPG yang belum mengurus agar menyegerakan.

“SLHS ini jadi syarat untuk mengelola program MBG ini,” tegas Rudi.

Untuk di Seluma baru dua dapur SPPG yang telah melaksanakan program MBG kata Rudi. Yaitu SPPG di Desa Cahaya Negeri dan SPPG di Kelurahan Masmambang Kecamatan Talo.

Dua SPPG lagi yakni di Simpang 6 Kelurahan Talang Saling Kecamatan Seluma dan Kecamatan SAM, saat ini masih persiapan dapur SPPG.

“Ini sebagai antisipasi kita, jangan sampai program MBG di Seluma tercoreng karena peristiwa keracunan setelah menu MBG di terima oleh siswa,” sampai Rudi Sawaludin.(aba)

Gelar Aksi, Ormas Merah Putih Minta Polda dan Kejati Bengkulu Usut Kembali Dana BTT Seluma Tahun 2022

0
SERAHKAN BERKAS: Perwakilan Ormas Merah Putih saat menyampaikan berkas tuntutan ke Kejati Bengkulu, saat orasi kemarin 29 September 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Organisasi masyarakat (Ormas) Merah putih menggelar aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Senin siang 29 September 2025. Salah satu poin yang menjadi tuntutan aksi adalah meminta Kejati dan Polda Bengkulu melanjutkan pengusutan dana BTT Kabupaten Seluma tahun 2022.

Korlap Aksi, Rahman Tamrin dikonfirmasi Warnabengkulu.co.id membenarkan jika salah satu tuntutan dalam aksi ini adalah meminta Kejati dan Polda Bengkulu untuk melanjutkan kembali pengusutan dana BTT Kabupaten Seluma tahun 2022.

“Ada 15 poin tuntutan yang kami sampaikan, salah satunya meminta Kejati dan Polda Bengkulu melanjutkan pengusutan dana BTT Seluma tahun 2022 yang telah memakan korban 12 tersangka,” terang Rahman Tamrin kemarin 29 September 2025.

Dijelaskan Rahman, APH harus berlaku adil dalam mengusut perkara. Tidak tebang pilih dalam menetapkan tersangka, hukum jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ke 12 tersangka yang saat ini telah selesai menjalankan hukuman adalah korban dari pejabat yang berkuasa saat itu.

“Pembuat SK dan pengguna anggaran juga PPTK dan Bendahara proyek BTT tahun 2022 tidak tersentuh hukum hingga saat ini. Ke 12 tersangka yang telah menjalani hukuman adalah pekerja atau kontraktor,” jelas Rahman.

Menurut Rahman, ke 12 tersangka yang telah selesai menjalani hukuman di jeruji besi adalah korban. Korban dari SK yang telah dikeluarkan bupati Seluma saat itu, juga PA dan Bendahara yang melegalkan proyek BTT Seluma tahun 2022.

“Tidak ada keadilan jika pengambil kebijakan dana BTT tahun 2022 tidak diproses hukum. Karena atas perbuatan merekalah 12 kontraktor menjadi korban. Padahal mereka ini cuma pekerja, tapi mereka di korbankan,” katanya.

Sementara itu dalam aksi ini hadir juga mantan terpidana BTT Seluma tahun 2022, Suparman yang juga ikut menyampaikan orasi. Suparman mengatakan dia ikut ambil bagian dalam aksi ini untuk menuntut keadilan. Dirinya bersama 11 rekannya yang lain adalah korban kebijakan pejabat Seluma yang sampai saat ini tidak tersentuh hukum.

“Pak bupat, pak Sekda, PPTK dan Bendahara BTT harus di proses juga. Saya ikut dalam aksi ini untuk menuntut keadilan, Polda Bengkulu dan Kejati harus melanjutkan kasus BTT Seluma tahun 2022,” ungkap Suparman.

Senada juga disampaikan Sugito yang juga mantan terpidana BTT tahun 2022. Sugito mengatakan ke 12 tersangka yang telah selesai menjalali hukuman yang salah satunya adalah dirinya adalah korban.

Pihak yang paling bertanggungjawab seperti pambuat dan penandatangan SK BTT, Pengguna Anggaran dan PPTK serta Bendahara juga harus diproses hukum. Karena para pejabat inilah, proyek BTT tahun 2022 dikerjakan.

“Saya minta Kejati dan Polda Bengkulu melanjutkan pengusutan dana BTT Seluma tahun 2022. Sangat tidak adil jika hanya kami kontraktor yang menjadi korban, sementara pejabat yang melegalkan dana BTT ini tidak tersentuh hukum,” sampai Sugito.

Dikatakan Sugito, aksi masih berlangsung hingga hari ini. Selasa 30 September 2025, aksi kembali akan digelar di Polda Bengkulu. Dengan tuntutan yang sama.

“Hari ini, kami aksi di Mapolda Bengkulu. Tuntutannya sama, khusus kami yang dari Seluma minta pengusutan dana BTT 2022 dilanjutkan juga dana stunting 2023 diusut juga Polda dan Kejati Bengkulu,” demikian Sugito.(aba)

Desa Lubuk Gilang Seluma Bengkulu, Manfaatkan Medsos Untuk Transparasi APBDdes

0
MANFAATKAN MEDSOS: Untuk menjamin tranparasi APBdes, Desa Lubuk Gilang Kecamatan Air Periukan menggunakan Media sosial. Selain itu juga disampaikan melalui papan spanduk pengumuman yang dipasang di Kantor Desa

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Untuk mewujudkan keterbukaan informasi kepada masyarakat dalam pengelolaan dana desa, Desa Lubuk Gilang Kecamatan Air Periukan memiliki cara unik. Desa Lubuk Gilang memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, Youtube, Twitter dan Tiktok.

Kepala Desa Lubuk Gilang Ahmad Zaenuri melalui Sekretaris Desa Ananto Ardi Wilangga mengatakan ide meenggunakan Medsos ini dilakukan sejak Desa Lubuk Gilang di pimpin Ahmad Zaenuri.

“Sejak Desa Lubuk Gilang di pimpin pak Ahmad Zaenuri, semua tata kelola pemerintahan desa di sampaikan ke masyarakat melalui medsos. Jadi benar transparan, masyarakat bahkan siapapun bisa melihat dan mengetahui,” jelas Ananto Ardi, Jum’at 26 September 2025.

Menurut Sekdes Lubuk Gilang, penggunaan Medsos untuk membagikan dan menyampaikan kegiatan desa telah dilakukan Desa Lubuk Gilang sejak dua tahun lalu. Jauh sebelum ada arahan dari pihak Kecamatan Air Periukan. Pemdes Lubuk Gilang telah aktif membagikan kegiatan di laman Facebook LubukGilang Desaku.

“Akun media sosial Facebook LubukGilang Desaku aktif dikelola sejak 2 tahun lalu, konsisten membagikan semua kegiatan di desa,” kata Sekdes.

Untuk Twitter, Tiktok dan Youtube jelas Ananto Ardi, baru dikelola sejak mendapatkan arahan Camat Kecamatan Air Periukan, Hajar Asmara, sejak satu bulan lalu.

“Untuk Media sosial ini, Desa Lubuk Gilang memiliki satu nama, yaitu LubukGilang Desaku. Semua bisa mengakses karena semua akun diatur untuk publik,” ucapnya.

Selain unggahan kegiatan pemerintahan desa lanjut Ananto Ardi, kegiatan musyawarah hingga pelaksanaan realisasi dana desa semua di tampilkan dalam Medsos. Masyarakat Desa Lubuk Gilang maupun masyarakat umum  semua bisa melihat.

“Alhamdulillah, desa kami merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Seluma yang berhasil mengembangkan budidaya lebah kelulut. Kami juga telah menjalin mitra dengan warga di sejumlah desa tetangga dalam mewujudkan produk unggulan desa berupa madu ini,” terang Pak Nanto, sapaan akrab Sekretaris Desa Lubuk Gilang.

Sekdes menambahkan, selain melalui Medsos untuk mengenalkan produk unggulan desa ini. Pemdes Lubuk Gilang juga mempunyai trik khusus. Setiap tamu yang berkunjung akan diajak membuat video dengan tagline “Madu Terus Pantang Mundur,”.

” Alhamdulillah, untuk produk unggulan desa ini sudah dikenal luas. Ini suatu kebanggaan atas terobosan yang dilakukan kepala desa,” sampai Ananto Ardi.(aba)

Kejati Bengkulu Sita SPBU Milik Tersangka Tambang Batubara, Sakya Hussy di Desa Lubuk Sahung Seluma

0
TPPU: Penyidik Pidsus Kejati Bengkulu menyita aset TPPU berupa SPBU milik Shaka Hussy di Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Jum'at pagi 26 September 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu tidak hanya menetapkan status tersangka kepada pelaku korupsi, namun Kejati juga melakukan penyitaan aset sebagai upaya pemulihan kerugian negara.

Seperti Jum’at pagi 26 September 2025, tim penyidik tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bengkulu menyita aset milik tersangka Kasus dugaan Korupsi di sektor pertambangan Sakya Hussy. Aset yang disita berupa SPBU yang beralamat di Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.

SPBU yang merupakan aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini langsung dilakukan pemasangan plang penyitaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu.

Tim datang dengan menggunakan rompi hitam bergariskan merah bidang pidana khusus kejati Bengkulu dipimpin langsung Kasi Ops Kejati Bengkulu Wenharnol.

Kajati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar melalui Kasi Ops Kejati Bengkulu, Wenharnol mengatakan pemasangan plang penyitaan tersebut berdasarkan surat penetapan Pengadilan Negeri Tais dan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

“Aset yang kita sita berupa tanah dan bangunan milik tersangka Sakya Hussy. Untuk aktivitas SPBU tetap berjalan meskipun dalam penyitaan,” terang Kasi Ops Wenharnol.

Diketahui dalam kasus ini Kejati Bengkulu sudah menetapkan 12 tersangka dengan empat perkara berbeda, yakni Tipikor, TPPU, perintangan, dan suap. Para tersangka itu adalah: Kepala Cabang PT Sucofindo Bengkulu, Imam Sumantri, Direktur PT Ratu Samban Mining, Edhie Santosa, Komisaris PT Tunas Bara Jaya, Bebby Hussy, General Manager PT Inti Bara Perdana, Saskya Hussy, Direktur Utama PT Tunas Bara Jaya, Julius Soh.

Kemudian Marketing PT Inti Bara Perdana, Agusman, Direktur PT Inti Bara Perdana, Sutarman, Komisaris PT Ratu Samban Mining, David Alexander, Kepala Inspektur Tambang ESDM periode April 2022–Juli 2024. Sunindyo Suryo Herdadi.

Kejati Bengkulu juga menetapkan Awang, adik kandung Bebby Hussy dan Andy Putra, kerabat Bebby Hussy sebagai tersangka Perintangan. TPPU Bebby Hussy Sakya Hussy dan Agusman.(aba)

Selain Dana BOK, Dana Kapitasi JKN 22 Puskesmas di Seluma Bengkulu Diduga Juga Dilakukan Pemotongan

0
PUNGLI PUSKESMAS: Diduga ada pemotongan dana Kapitasi JKN di 22 Puskesmas di Seluma. Ini mencuat setelah terendus adanya dugaan pemotongan dana BOK Puskesmas

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Mencuatnya dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 22 Puskesmas di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu menjadi pembicaraan hangat masyarakat Seluma.

Karena bukan hanya dana BOK yang diduga dilakukan pemotongan, tetapi juga dana Kapitasi JKN yang diterima Puskesmas dari klaim BPJS juga dilakukan pemotongan.

“Benar nian berita itu pak. Dana BOK, Kapitasi JKN bahkan uang kegiatan kami juga dipotong 30 persen setiap kali pencairan,” terang salah seorang perawat Puskesmas di Seluma yang minta namanya tak disebut menghubungi Warnabengkulu.co.id, Sabtu 20 September 2025.

Diceritakannya pemotongan ini terang-terangan dilakukan. Karena saat dana tersebut cair, seluruh karyawan Puskesmas dikumpulkan. Oknum Kapus menyampaikan adanya pemotongan tersebut.

“Uang hasil pemotongan tersebut katanya di setor ke salah seorang oknum pejabat di Dinkes Seluma yang besarannya telah disepakati,” katanya.

Sumber media ini juga mengeluhkan adanya pemotongan ini. Sebab dampaknya pada pelayanan kesehatan masyarakat, tidak terlaksana maksimal karena keterbatasan anggaran akibat pemotongan ini.

“Sejak ada perombakan yang dilakukan pak Bupati Teddy Rahman, pemotongan berhenti. Kami harap kondisi ini akan terus membaik, agar pelayanan kesehatan Puskesmas ke masyarakat dapat maksimal,” sampainya.(aba)

Pemkab Seluma Menangkan Gugatan Kades Kemang Manis, Alma Juniarto Resmi Diberhentikan

0
RISALAH PUTUSAN: Inilah risalah putusan PTUN Bengkulu, yang menolak semua eksepsi Kades Kemang Manis Kecamatan Semidang Alas

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma memenangkan gugatan Kepala Desa (Kades) ) Kemang Manis Kecamatan Semidang Alas, Alma Juniarto. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu menolak secara keseluruhan eksepsi dan gugatan Alma Juniarto.

Kuasa Hukum Pemkab Seluma, Zelig Ilham Hamka membenarkan hal ini. Dia mengatakan gugatan Kades Kemang Manis yang menggugat Surat Keputusan (SK) Bupati Seluma Nomor: 140-137 Tahun 2025 tertanggal 10 April 2025 tentang pemberhentian Alma Juniarto sebagai Kepala Desa Kemang Manis di tolak secara keseluruhan oleh PTUN Bengkulu.

“Risalah putusannya sudah kita terima, saat ini kita masih menunggu salinan putusannya dari PTUN Bengkulu,” terang Zelig dikonfirmasi Kamis siang 18 September 2025.

Dalam Amar salinan putusan nomor : 10/G/2025/PTUN.Bengkulu menyatakan eksepsi tergugat tidak di terima. Dalam Pokok Sengketa, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara.

Disampaikan Zelig, sejauh ini belum ada pernyataan dari pihak Alma Juniarto apakah akan banding atau menerima putusan PTUN Bengkulu ini. Pemerintah Kabupaten Seluma, masih tetap menunggu salinan putusan PTUN Secara utuh.

“Seandainya penggugat mengajukan banding, maka Pemkab Seluma akan siap menghadapi banding tersebut,” tegas Zelig.

Untuk diketahui, Alma Juniarto sebelumnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Kemang Manis karena tersandung hukum pengelolaan dana Bantuan Tak Terduga (BTT) BPBD Seluma Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Bengkulu, Alma divonis 1 tahun pidana penjara dan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan.

Tidak terima diberhentikan oleh Bupati Seluma Teddy Rahman, maka pada 10 Juni 2025, Kades Kemang Manis Alma Juniarto mengajukan gugatan ke PTUN Bengkulu atas SK pemberhentian dirinya tersebut.(aba)

Peduli, Bupati Seluma Teddy Rahman Kunjungi Bayi Terjangkit Cacing Gelang Warga Desa Sungai Petai di RSMY Bengkulu

0
SOSOK PEDULI: Di tengah kesibukannya Bupati Seluma Teddy Rahman, SE, MM menjenguk pasien terjangkit cacing gelang warga Desa Sungai Petai di RSMY Bengkulu, Kamis malam 18 September 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Di tengah kesibukan pekerjaannya, Bupati Seluma Teddy Rahman selalu peduli dengan masyarakatnya. Kamis malam 18 September 2025, orang nomor satu di Kabupaten Seluma ini menyempatkan diri mengunjungi warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil terjangkit cacing gelang yang saat ini tengah di rawat di RSMY Bengkulu.

Sekira pukul 21.00WIB, Teddy Rahman tiba di RSMY Bengkulu. Dengan masih menggunakan pakaian batik,Teddy Rahman langsung menuju ruangan Nur Khaira Sabrina bayi berusia 1 tahun 8 bulan dan kakaknya Aprilia (4) di rawat.

“Saya sangat prihatin dengan apa yang dialami dua Balita ini. Belum tenang rasanya, jika tidak menjenguk langsung mereka dirawat,” ucap Teddy Rahman.

Bupati Seluma sempat berbincang dengan Yanti Hartuti (24) ibunda kedua Balita ini. Bupati memberikan suport, meminta orang tua Nur Khaira Sabrina dan Aprilia bersabar menghadapi cobaan berat ini.

“Ambil hikma di balik ini. Yakinlah, anak ibu akan sembuh dan sehat kembali,” kata Teddy Rahman.

Teddy juga mengatakan agar orang tua Nur Khaira Sabrina dan Aprilia fokus untuk kesembuhan dua anaknya, tidak memikirkan hal lain yang dapat mempengaruhi kesembuhan anak.

“Ibu dan bapak yang tenang di sini, jangan berpikir macam-macam. Insha Allah rumah kita akan bedah, pulang nanti sudah dapat rumah baru yang layak,” semangat Bupati Seluma.

Kepada perawat, Teddy juga berpesan agar merawat Nur Khaira Sabrina dan Aprilia dengan baik. Semua biaya perawatan telah ditanggung oleh Pemkab Seluma melalui BPJS Kesehatan.

“Tolong perhatikan pasien kami ini. Berikan pelayanan terbaik, agar kedua Balita ini dapat segera pulih,” pesan Teddy.

Dalam kunjungan ini, Bupati Seluma juga memberikan santunan. Untuk pegangan orang tua Nur Khaira Sabrina dan Aprilia, selama kedua anaknya di rawat di RSMY Bengkulu.(aba)

Kampung Nelayan Merah Putih Desa Penago 1 Seluma Dilaunching. Bupati Teddy Rahman: Ini Tonggak Kemajuan Nelayan Seluma

0
LAUNCHING: Bupati Seluma Teddy Rahman, SE, MM memukul gong, tanda lauching dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Penago 1, Kamis petang 18 September 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Desa Penago 1 Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu resmi mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Trian Yunanda secara resmi  melouncing pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Penago I, Kamis petang 18 September 2025. Laucing ini dihadiri langsung Bupati Seluma Teddy Rahman beserta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Dalam sambutannya Trian Yunanda menyampaikan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Desa penerima program Kampung Nelayan Merah Putih akan mendapatkan beragan fasilitas. Seperti peningkatan infrastruktur serta penyedian sarana dan prasarana penunjang pengelolaan ikan.

“Nanti para nelayan akan diberikan pelatihan dan pendampingan, untuk mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan,” jelas Trian Yunanda.

Nantinya lanjut Trian Yunanda, nelayan akan diberdayakan tidak hanya melalui sarana fisik, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan kemampuan dalam mengelola sumber daya laut.

Sehingga melalui program Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan pesisir.

“Insyaallah kesejahteraan nelayan akan ikut naik. Demikian juga sektor-sektor lain seperti UMKM, perdagangan, hingga pariwisata pesisir akan ikut berkembang dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih ini,” kata Trian Yunanda.

Sementara itu Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan launching Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan omentum penting bagi Kabupaten Seluma. Dengan program Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat memperkuat identitas daerah sebagai daerah pesisir dengan potensi maritim yang besar. Pemkab Seluma optimis program ini akan membawa perubahan signifikan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan para nelayan.

“Launching ini merupakan tonggak awal kemajuan nelayan Seluma. Saya optimis dengan adanya program Kampung Nelayan Merah ini, semua nelayan di Seluma akan maju dan sejahtera,” ucap Teddy.

Terpilihnya Desa Penago 1 sebagai penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 ini kata Teddy merupakan prestasi yang membanggakan. Sebab di tahun 2025 ini hanya ada 65 desa yang menerima program ini, yang salah satunya desanya ada di Seluma.

“Saya apresiasi kinerja tim Dinas Perikanan, yang sukses membawa program ini ke Seluma. Saya harap ini akan menjadi motivasi bagi OPD yang lain untuk beraksi dan berbuat nyata untuk Seluma,” tukas Bupati Seluma.

Disampaikan Bupati, menjadi sebuah kebanggaan bagi, bisa menarik program ini ke Seluma. Dengan persaingan yang ketat, program ini bisa didapatkan, sehingga Bupati optimis kawasan pesisir di Seluma ini akan menjadi pusat aktivitas nelayan yang maju.

Kabupaten Seluma akan menjadi model pengembangan pengelolaan hasil laut yang berdaya saing dan ramah lingkungan. Sebab nantinya di desa penerima program ini akan dibangun fasilitas pendukung dan infrastruktur.

Selain itu juga akan ada pelatihan keterampilan nelayan, peningkatan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan, serta pendampingan dalam pengelolaan sumber daya laut.

“Ini adalah momentum yang sangat penting untuk mengubah masa depan nelayan di Seluma. Dengan program ini kami yakin sektor perikanan di Seluma akan semakin maju dan berkembang,” sampai Teddy Rahman.(aba)

Tindaklanjuti Temuan Pasien Cacing Gelang, Dinkes Seluma Panggil Pj Program dan Klaster Puskesmas Talo Kecil

0
PASIEN CACING GELANG: Nur Khaira Sabrina, Batita warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil terjangkit cacing gelang, saat dirawat di RSUD Tais

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu menanggapi adanya warga Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil terjangkit cacing gelang.

Kadinkes Seluma Rudi Sawaludin mengatakan dirinya akan memanggil penanggungjawab (Pj) Program dan Klaster termasuk Kepala Puskesmas Talo Kecil. Untuk memastikan adanya warga terjangkit cacing gelang ini.

“Kita akan panggil dulu Pj program dan Klasternya. Termasuk Kepala Puskesmas untuk memastikan warga yang terjangkit cacing gelang ini,” sampai Rudi Senin 15 September 2025.

Menyikapi peristiwa ini ucap Rudi, ke depan obat cacing pada anak akan lebih di intensifkan. Baik melalui posyandu maupun kunjungan langsung ke desa-desa oleh petugas di 22 Puskesmas yang ada.

“Program pemberian obat cacing pada anak akan kita intensifkan. Puskesmas harus peka dengan peristiwa ini,” tegas Rudi.

Selain itu lanjut Rudi, pemberian gizi pada anak juga akan menjadi fokus perhatian. Mulai dari anak dalam kandungan hingga lahir dan berumur lima tahun.

“Sosialisasi PHBS juga akan kita maksimalkan dan gencarkan. Karena ini juga sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.

Peristiwa ini juga akan menjadi evaluasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma ucap Rudi. Seluruh Puskesmas harus intens turun menemui masyarakat. Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi titik berat, selain pemberian gizi dan obat cacing pada anak.

“Kita akan lakukan evaluasi atas peristiwa ini. 22 Puskesmas yang ada kita akan fokus untuk sosialisasi PHBS juga kegiatan lain untuk mencegah peristiwa ini terjadi lagi ke depan,” tukas Rudi Sawaludin.(aba)