Beranda blog Halaman 25

Pemdes Air Sebakul Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)

0

Warnabengkuluco.id//Bengkulu Tengah- Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) kembali digelar di Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah. Pada Senin (13/10/2025). Ini merupakan kegiatan tahunan sebagai bagian dari proses penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026, sekaligus menampung aspirasi masyarakat untuk program pembangunan tahun 2026 mendatang.

Kegiatan Musrenbangdes dihadiri langsung oleh Camat Talang Empat Lismawati, S.IP, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala desa beserta staf, BPD beserta anggota, Tokoh Masyarakat, Kepala Dusun dan masyarakat Desa Air Sebakul.

Kepala Desa Air Sebakul Titin Sumarni menyampaikan bahwa Musrenbangdes merupakan wadah penting dalam menyelaraskan prioritas pembangunan
Musrenbangdes telah kami laksanakan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Adapun usulan-usulan ini di tampung dan apabila nantinya bisa direalisasikan akan di realisasikan menyesuaikan keadaan dana yang di peroleh oleh Desa Air Sebakul. Usulan yang ada pembangunan sumur bor, jalan rabat beton, pembangunan rehab paud.

“Musyawarah ini menjadi sarana untuk menjaring usulan masyarakat yang nantinya menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan,” ujar Titin.

Sementara itu menurut Camat Talang Empat Lismawati, S.IP mengatakan musyawarah adalah wadah untuk menampung seluruh usulan masyarakat.

“Apabila sudah sesuai nantinya dapat direalisasikan sesuai dengan hasil kesepakatan yang ada. Demi kemajuan Pembangunan yang menjadi kesejahteraan masyarakat Desa Air Sebakul,” Demikian Lismawati. (Adv/End)

Senator Destita Dorong Pemda di Bengkulu Gesit dan Aktif Cari Dana Pusat

0
PROGRAM PUSAT: Anggota DPD RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.S.M saat mengunjungi Pemkab Bengkalu Tengah Jum'at 10 Oktober 2025. Dalam kunjungan ini Destita meminta seluruh Pemda untuk aktif mencari dana dan program di pemerintah pusat

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Senator Apt Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., menyoroti kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Ia mendorong agar pemerintah daerah di Bengkulu tidak hanya bergantung pada alokasi dari pusat, melainkan aktif menjajaki berbagai program kementerian agar dana pusat dapat terserap maksimal di daerah.

“Kalau kita lihat, memang anggaran ke daerah itu dipotong. Tapi di pusat, sumber-sumber dana itu masih ada. Jadi kita harus aktif mengambil, jangan menunggu,” ujar Destita saat kunjungan kerja di Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat 10 Oktober 2025.

Menurut Anggota DPD RI dapil Bengkulu ini, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bukan berarti menahan dana pembangunan, tetapi mengatur waktu penyaluran sesuai dengan kebutuhan nasional.

“Pak Presiden tidak menahan uang, tapi menyimpan untuk dikeluarkan ketika dibutuhkan rakyat. Jadi ayo daerah butuh apa, kita perjuangkan bersama,” jelasnya.

Destita mengingatkan bahwa keterbatasan fiskal akibat penurunan TKD bisa menjadi tantangan serius bagi daerah, terutama menjelang tahun anggaran 2026. Karena itu, ia mendorong kepala daerah di Bengkulu untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kreativitas dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

“Kita harus bekerja sama, kreatif, dan sama-sama aktif mengambil peluang di pusat. Dari 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota, semua berebut akses program. Daerah tidak boleh tertinggal,” tegasnya.

Apoteker lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa lembaganya telah menyuarakan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar kebijakan pemotongan TKD dalam Rancangan APBN dipertimbangkan secara proporsional.

“Kami di DPD sudah memberikan masukan agar pengurangan transfer ke daerah tidak dilakukan terlalu dalam, tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah masing-masing,” katanya.

Lebih jauh, Destita menekankan pentingnya transformasi daerah dari sekadar “pengelola dana” menjadi penggerak inovasi pembangunan.

“Desentralisasi fiskal bukan hanya soal membagi anggaran, tapi soal bagaimana daerah bisa mandiri, adaptif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(aba)

Senator RI, Destita Khairilisani Dorong Pemkab Benteng Laporkan Kendala Program Nasional

0
KUNJUNGI PEMKAB BENTENG: Senator RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.S.M mengunjungi Pemkab Bengkulu Tengah, Kamis 9 Oktober 2025. Saat kunjungan ini Destita meminta Pemkab Benteng menyampaikan kendala program nasional

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU TENGAH– Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi fokus Anggota DPD RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., saat melakukan kunjungan kerja dan reses di Pendopo Bukit Kandis, Kamis 9 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Destita menyoroti sejumlah kendala di lapangan, mulai dari distribusi makanan, kualitas menu, hingga keterbatasan alat kesehatan di fasilitas layanan dasar.

Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan pelaksanaan dua program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berjalan baik tanpa hambatan berarti di daerah.

Dalam arahannya, Senator Destita meminta seluruh OPD menyampaikan laporan nyata terkait kendala yang dihadapi di lapangan, bukan sekadar laporan formalitas.

“Saya datang untuk mencari tahu apa yang kurang dan apa yang bisa dibantu. Jangan hanya menyampaikan bahwa semuanya baik-baik saja. Saya ingin mendengar langsung keluhan dan kebutuhan agar program Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran benar-benar terlaksana dengan efektif,” tegas Destita.

Ia juga menekankan pentingnya data dan bukti konkret agar dapat diteruskan ke Komite III DPD RI serta kementerian terkait, seperti BGN dan Kementerian Kesehatan. “Bukti autentik dari daerah akan kami ajukan untuk perbaikan layanan program maupun memperjuangkan tambahan alokasi dana APBN dan kebijakan pendukung di tingkat pusat,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pj Sekda Bengkulu Tengah, Ayatul Mukhtadin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Senator Destita. Ia mengakui bahwa pelaksanaan program MBG di wilayahnya masih dalam tahap penyempurnaan dan membutuhkan pendampingan dari pemerintah pusat.

“Kami masih membutuhkan dukungan dalam hal anggaran dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan. Laporan yang diminta akan kami susun lengkap, termasuk kebutuhan alat medis dan penyesuaian anggaran MBG agar sesuai dengan kondisi harga pangan lokal,” ujar Ayatul.

Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi terbuka antara Senator Destita dan para pejabat OPD. Dalam kesempatan itu, berbagai masukan disampaikan langsung kepada senator asal Bengkulu tersebut sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam pelaksanaan program nasional.(aba)

Senator Destita Ajak BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Mutu Program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu

0
SUKSESKAN MBG- Senator RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.S.M menngajak BPOM Bengkulu bersinergi untuk mensukseskan program MBG di Provinsi Bengkulu

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Dalam upaya memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu menggelar audiensi bersama Anggota Komite III DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., serta Satgas MBG Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Gloria Situmorang.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, S.Si., Apt., beserta Kasubbag TU Nurussaumi, Kepala Loka POM Rejang Lebong Pupa Feshirawan Putra, S.Farm., Apt., Ketua Tim I Infokom Yunika Sary, serta Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt., yang turut memberikan pandangan strategis mengenai pengawasan dan sinergi lintas lembaga dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam sambutannya, Senator Destita Khairilisani menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap mutu dan keamanan pangan pada setiap tahapan program MBG. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga pada jaminan kualitas dan keamanan bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah. Oleh karena itu, pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Destita.

Sementara itu, Kepala BPOM di Bengkulu, Kodon Tarigan, menjelaskan bahwa BPOM memiliki peran strategis dalam memastikan bahan pangan yang digunakan dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan. “Kami terus memperkuat kolaborasi dengan Satgas MBG dan pemerintah daerah untuk memastikan makanan yang disalurkan aman, bergizi, dan bermutu,” ungkapnya.

Dari sisi pelaksana, Gloria Situmorang dari Satgas MBG Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPOM menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan, terutama dalam hal pengawasan rantai pasok dan peningkatan kapasitas petugas pelaksana daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Yogi Abaso Mataram, Kepala BBPOM di Mataram, turut berbagi pengalaman dan praktik baik pengawasan mutu pangan MBG di daerah lain yang dinilai berhasil. Ia menilai model sinergi lintas lembaga dapat menjadi contoh bagi Bengkulu dalam memperkuat sistem pengawasan program serupa.

Melalui kegiatan audiensi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi, transparansi, dan kolaborasi lintas instansi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Harapannya, setiap makanan yang diterima masyarakat Bengkulu benar-benar terjamin aman, bergizi, dan bermutu, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.(aba)

Anggota DPD RI Destita Khairilisani Kunjungi Perum Bulog Bengkulu. Pastikan Pengelolaan Gabah Petani Maksimal

0
KUNJUNGI BULOG: Anggota DPD RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.S.M mengunjungi Perum Bulog Bengkulu Jum'at 10 Oktober 2025. Destita ingin memastikan pengelolaan gabah petani aman dan maksimal

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Bengkulu. Kunjungan ini selain silaturahmi juga membahas berbagai persoalan dan potensi di sektor pertanian, khususnya terkait pengelolaan gabah dan kesejahteraan petani di daerah, Jumat 10 Oktober 2025.

Dalam kunjungannya, Destita menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan banyak informasi dari pimpinan dan staf Bulog mengenai kondisi terkini dunia pertanian di Bengkulu.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah pentingnya kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat sektor pangan, terutama dengan membangun sentra-sentra atau gudang penyimpanan gabah di daerah penghasil padi.

“Bulog sebenarnya siap untuk membangun gudang-gudang di sentra-sentra yang banyak potensi gabahnya, agar tidak ada lagi kendala jarak antara petani dan kota. Contohnya di Mukomuko, Pemda sudah menghibahkan lahan dan Bulog siap membangun gudang untuk mendukung petani,” jelas Destita.

Menurutnya, langkah Pemda Mukomuko bisa menjadi contoh bagi daerah lain seperti Seluma, Bengkulu Selatan, dan Seginim yang juga merupakan sentra pertanian.

Ia mendorong agar pemerintah daerah di wilayah tersebut dapat meniru langkah positif tersebut demi memperkuat ketahanan pangan lokal.

Destita juga menyoroti pentingnya modernisasi alat pertanian agar produktivitas petani semakin meningkat.

“Mekanikal dari petani perlu kita dorong untuk lebih modern supaya hasilnya lebih optimal. Karena dari nasional, standarnya sudah cukup tinggi. Jadi petani kita harus bisa mengejar itu,” tambahnya.

Selain membahas dukungan infrastruktur pertanian, Destita juga mengungkapkan bahwa Bulog bersama DPD RI berencana menggelar pasar murah bagi masyarakat.

Program ini diharapkan dapat membantu menekan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.

“Bulog sudah rutin mengadakan pasar murah di beberapa titik seperti Pulau Bay, Pagar Dewa, dan wilayah lain setiap akhir pekan. Dari DPD RI, kami juga sedang menjajaki kemungkinan untuk menyelenggarakan pasar murah bersama Bulog demi membantu masyarakat,” ujar Destita.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Bengkulu Dody memberikan apresiasi terhadap kunjungan yang dilakukan Senator asal Bengkulu ini.(aba)

Sambangi Walikota, Anggota DPD RI Destita Khairilisani Pantau dan Pastikan Program MBG di Kota Bengkulu Maksimal

0
SAMBANGI WALIKOTA: Anggota DPD RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.S.M menyambangi Pemkot Bengkulu. Terlihat senator paling aktif ini sedang rapat bersama Walikota Deddy Wahyudi membahas program MBG

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Senator DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., menyambangi kantor Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Jumat pagi 10 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas perkembangan pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Dedy mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 25 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai sekolah dasar dan menengah di Kota Bengkulu. Program MBG, kata Dedy, memberikan manfaat besar bagi ribuan pelajar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Secara umum pelaksanaan MBG di Kota Bengkulu berjalan dengan baik. Saat ini sudah ada 25 SPPG yang beroperasi, dan dalam satu SPPG itu perputaran uang mencapai sekitar Rp1 miliar per bulan,” ujar Dedy.

Ia menambahkan, selain berfokus pada peningkatan asupan gizi anak-anak sekolah, program MBG juga kini menyasar balita dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah stunting.

Karena itu, Dedy mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar selalu menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

“Saya berpesan agar seluruh pengelola SPPG menjaga higienitas dan kekompakan. Kita tidak ingin ada kasus seperti di daerah lain. Apalagi program ini kini juga menyentuh ibu hamil dan balita, tentu manfaatnya besar untuk pencegahan stunting,” tambahnya.

Sementara itu, Senator Destita Khairilisani mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bengkulu yang terus memperluas jangkauan program MBG. Menurutnya, capaian 25 SPPG dari total target 39 unit merupakan progres yang menggembirakan dan mencerminkan kerja nyata pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional.

“Alhamdulillah, dari target 39 SPPG, saat ini sudah ada 25 dapur yang berdiri dan beroperasi. Ini tentu kabar baik, dan saya berharap Kota Bengkulu dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Bengkulu maupun daerah lain di Indonesia,” ungkap Destita.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPD RI dalam memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Bengkulu.(rls/aba)

Bupati Seluma Saksikan Penampilan Tim Senam Kreasi Porwosi di Jakarta. Teddy Rahman: Saya Hari dan Bangga

0
BERI DUKUNGAN: Tampak Bupati Seluma, Teddy Rahman, SE, MM foto bersama tim senam kreasi Porwosi saat tampil di Jakarta Rabu 8 Oktober 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, JAKARTA — Bupati Kabupaten Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M didampingi istri yang juga menjabat Plt Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Seluma dr. Mega Ayu Variza.

Bupati Seluma dan istri menghadiri dan menyaksikan langsung penampilan Tim Senam Kreasi Rafflesia 2 Kabupaten Seluma dalam ajang Lomba Nasional Tari Kreasi yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PERWOSI tahun 2025.

Dengan mengusung tema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Wujudkan Asta Cinta untuk Indonesia Emas.” Rabu 8 Oktober 2025 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Kegiatan bergengsi tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta tersebut menampilkan berbagai kreasi senam dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Seluma yang turut mewakili Provinsi Bengkulu memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokalnya.

“Saya sangat bangga dan terharu melihat penampilan anak-anak kita dari Seluma di panggung nasional. Mereka tidak hanya menampilkan kreasi senam, tetapi juga membawa pesan tentang semangat, kebersamaan, dan kebanggaannya mewakili daerah,” ujar Bupati Teddy Rahman usai pertunjukan.

Menurut Bupati, keikutsertaan Seluma dalam ajang nasional seperti ini merupakan wujud nyata semangat dan kreativitas masyarakat daerah khususnya generasi muda, terutama para perempuan yang menjadi motor penggerak kegiatan seni, olahraga, dan budaya.

“Tema yang diusung PERWOSI tahun ini sangat relevan — Perempuan Sehat, Keluarga Kuat. Melalui seni dan olahraga, kita membangun karakter bangsa yang tangguh menuju Seluma Emas Berlian,” tambahnya.

Sementara itu, plt. Ketua Perwosi Kabupaten Seluma dr. Mega Ayu Variza juga mengapresiasi kerja keras para pelatih, tim dan peserta yang telah berlatih dengan semangat tinggi untuk menampilkan yang terbaik bagi Kabupaten Seluma. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang mengangkat nama daerah di tingkat nasional.

Dijelaskannya, acara peringatan HUT ke-58 PERWOSI ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat seni, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.

“Seluma harus terus tampil, berani, dan percaya diri. Karena setiap gerak dan karya mereka adalah bagian dari kebanggaan daerah,” tutup dr. Mega Ayu Variza Ketua TP PKK Seluma. (Rls/aba)

Senator RI, Destita Khairilisani dan Bupati Kaur Launching Kampung Nelayan Merah Putih di Merpas

0
LAUNCHING: Senator RI Apt Destita Khairilisani, S.Farm, M.SM bersama Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos launching KDMP di Merpas 7 Oktober 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, KAUR– Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM. bersama Bupati Kaur Gusril Pausi secara resmi melaunching pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Merpas, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan ekonomi pesisir sekaligus pemberdayaan masyarakat nelayan di daerah tersebut.

Bupati Kaur Gusril Pausi menyampaikan, Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Merpas menjadi yang pertama di Kabupaten Kaur. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lainnya seperti Kecamatan Bening Kemuning dan Maje.

Selain itu Ia berharap, kehadiran kampung nelayan bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kerja sama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Program ini bukan hanya membangun fasilitas perikanan, tetapi juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor kelautan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” harap Gusril.

Sementara itu, Senator Destita Khairilisani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kampung nelayan di Kaur. Ia berharap program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi keluarga nelayan, mulai dari pengelolaan hasil tangkapan, penyediaan alat tangkap, hingga dukungan transportasi dan fasilitas pengolahan ikan.

Destita menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan berbasis pesisir di Kabupaten Kaur semakin maju dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Merpas, Abdul Yani, menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas terwujudnya program perdana Kampung Nelayan Merah Putih yang turut melibatkan Kabupaten Kaur sebagai salah satu penerima manfaat.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah bersinergi dalam mewujudkan cita-cita masyarakat pesisir.

Abdul Yani mengungkapkan bahwa koperasi yang ia pimpin terbentuk dari semangat gotong royong, meskipun dengan dana dan sumber daya terbatas, namun berhasil menjadi penggerak awal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Merpas.(aba)

Jajaran Personel Polsek Selebar & Polsek Kampung Melayu Sambangi Koramil 407-07/Kampung Melayu, Berikan Ucapan HUT TNI ke-80

0

Warnabengkulu.co.id//Bengkulu-
Memperingati hari ulang tahun (HUT) TNI ke-80. Personel Polsek Selebar dan Polsek Kampung Melayu melakukan kunjungan ke Koramil 407-07/Kampung Melayu Kota Bengkulu pada Minggu (05/10/2025).

Selain untuk mempererat silaturahmi, kunjungan personel Polsek Selebar dan Polsek Kampung Melayu bertujuan untuk memperkuat sinergitas antara personel Polri dan TNI dalam rangka menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif.

Momentum HUT TNI ke-80 tahun 2025 ini, kita ingin sinergitas antara TNI dan Polri dapat terus terjaga dan semakin kuat,” kata Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H melalui Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri P SH MH.

Kapolsek juga berharap adanya peran serta dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan solid dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami berkomitmen untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif,” Ucap Bayu.

Terpisah Dandim 0407/Kota Bengkulu Kolonel Inf Condro Edi Wibowo, S.Sos., MM., M.Han melalui Kapten Inf Sarman Danramil 407-07/ Kampung Melayu mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dari Kapolsek bersama rombongan Polsek Selebar dan Polsek Kampung Melayu dengan mengucapan HUT TNI ke-80. Kedatangan Polsek Talang Empat ke Koramil 407-03/TE menunjukan bahwa TNI dan Polri sangat sinergis bersama-sama mengayomi masyarakat.
” Semoga dengan adanya ucapan tersebut membuat TNI semakin profesional dan dicintai rakyat.” Tutup Sarman.(End)

Kaleidoskop Satu Tahun Senator Kerudung Putih, Apt Destita Khairilisani. Dari Bengkulu untuk Indonesia

0
MEMBANGGAKAN: Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Apt Destita Khairilisani, S.Farm, MSM kembali meraih penghargaan bergengsi yang membanggakan. Destita meraih penghargaan Asia Most Creatif Women Leadership Award 2025, Jum'at 28 November 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU– Tahun pertama masa jabatan Senator Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.SM., menjadi perjalanan yang penuh warna. Putri yang kerap dipanggil “kerudung putih” ini hadir bukan hanya sebagai legislator di Senayan, tetapi juga sebagai sosok yang membawa aspirasi daerah ke panggung nasional.

Dalam kurun waktu satu tahun, kiprahnya mencakup isu-isu krusial mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, disabilitas, kesejahteraan sosial, literasi, hingga ketahanan pangan. Kaleidoskop ini merekam jejak langkah Senator Destita yang lahir dari semangat mengabdi untuk Bengkulu.

Awal Kipra terjun ke politik

Sebelum terjun ke dunia politik, Destita berkiprah di sektor farmasi lebih dari 15 tahun, termasuk bekerja di perusahaan Jepang dan Amerika di Jakarta. Dorongan keluarga besar dari Seluma dan Bengkulu membuatnya pulang kampung, dengan tekad mengabdi di tanah leluhur.

Pada 1 Mei 2023, ia resmi mendaftar sebagai pendaftar pertama bakal calon anggota DPD RI diiringi keluarga dan simpatisan dengan delman dan busana adat Bengkulu. Kehadirannya disambut KPU, menandai awal langkah politik yang serius.

Masa Kampanye

Masa kampanye menjadi ruang Destita untuk menyapa rakyat secara langsung. Ia berkeliling desa di 10 kabupaten/kota, menyerap aspirasi tentang infrastruktur, pendidikan, UMKM, hingga isu sosial. Kehadirannya disambut hangat, dari pemuda hingga emak-emak.

Mereka menaruh harapan besar pada sosok senator muda ini. Dalam kampanye, ia menekankan pentingnya kolaborasi, kemandirian ekonomi, dan keberanian membawa suara Bengkulu ke tingkat nasional.

1000 Desa di Provinsi Bengkulu yang dilalui mengantarkan Destita meraih dukungan sebanyak 201.888 suara atau tertinggi kedua dari 11 Calon lainnya.

Bertugas di Komite III DPD RI

Tanggal 1 Oktober 2024 menjadi tonggak penting, Destita resmi dilantik bersama 151 anggota DPD RI periode 2024–2029. Ia mendapat amanah di Komite III, yang membidangi diantaranya pendidikan, kesehatan, budaya, agama, tenaga kerja, dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Senator lulusan Universitas Indonesia ini juga dipercaya di BULD (Badan Urusan Legislasi Daerah) serta BKSP (Badan Kerja Sama Parlemen). Kombinasi ini menempatkannya di posisi strategis, menjembatani isu daerah dengan pusat, sekaligus membuka ruang kerja sama internasional.

Kawal Isu Sosial dan Inklusi

Destita aktif menyuarakan hak-hak kelompok rentan. Pada hari pertama kerja, Senator langsung tancap gas kembali ke Bengkulu menemui Komunitas Disabilitas.

Bertepatan pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, ia menegaskan pentingnya aksesibilitas fasilitas publik. Lewat forum penyerapan aspirasi bersama Organisasi Mitra Masyarakat Inklusi (MMI), ia mendorong kuota kerja, pendidikan inklusif, dan perbaikan transportasi publik ramah disabilitas.

Dalam momentum Hari Anak Nasional 2025, ia mengingatkan urgensi perlindungan anak dari kekerasan dan pernikahan usia dini. Sementara pada Hari Kartini dan Hari Perempuan Internasional, ia menekankan peran penting perempuan sebagai penggerak pembangunan, sekaligus mendorong kebijakan perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Bengkulu.

Senator juga aktif mendorong regulasi seperti Perda Disabilitas dan pencegahan perkawinan anak di Bengkulu agar disahkan dan dibentuk sebagai upaya memberi penghormatan hak disabilitas dan menjaga hak-hak anak mendapat pendidikan setara tanpa ada pengaruh pernikahan dini yang angkanya cukup mengkhawatirkan.

Perjuangkan Kesejahteraan Guru Honorer dan Perangkat Desa

Sejak awal Senator telah banyak mendapat masukan dari berbagai kalangan termasuk para honorer di Bengkulu. Tarik ulur-nya regulasi pengangkatan honorer memicu keresahan guru di Bengkulu.

Tak elak, pada awal 2025 massa Forum Aliansi Honorer menggelar aksi di depan Gedung DPR/DPD/MPR, menuntut pengangkatan guru honorer R2 dan R3 menjadi PPPK penuh waktu.

Senator hadir langsung menemui perwakilan honorer Bengkulu, menyatakan komitmennya memperjuangkan aspirasi tersebut, dan segera menyampaikannya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja Komite III.

Destita menegaskan guru honorer merupakan tulang punggung pendidikan, namun kesejahteraan mereka masih jauh dari layak. Ia meminta Kemendikdasmen mempercepat regulasi pengangkatan honorer agar memperoleh kepastian status.

Abdul Mu’ti mengapresiasi aspirasi yang disampaikan dan menjelaskan persoalan pengangkatan guru masih terkait kewenangan otonomi daerah, namun pihaknya tengah mendorong agar kebijakan baru memungkinkan pembinaan dan pengangkatan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

Penundaan pengangkatan PPPK dan PNS juga memicu keresahan abdi negara pada triwulan pertama 2025. Kemenpan-RB bilang jika Calon PPPK dan PNS yang sudah kadung berhenti dari tempat bekerja, harus menunggu sampai awal 2026.

Gelombang protes pun mencuat dari berbagai wakil rakyat termasuk Senator Destita, sampai akhirnya Presiden turun tangan dan meminta pengangkatan dipercepat sesuai kesepakatan awal yakni periode Juli-Oktober 2025.

Senator Destita dalam rapat bersama Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) awal 2025 menyuarakan aspirasi agar gaji perangkat desa disetarakan dengan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II A sesuai amanat PP Nomor 11 Tahun 2019.

Hal ini mengingat peran vital perangkat desa sebagai ujung tombak pemerintahan dan pelayanan masyarakat, serta menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan mereka.

Aspirasi ini mendapat dukungan pimpinan BULD dan anggota DPD RI, dengan harapan kebijakan ini segera direalisasikan pemerintah pusat demi kehidupan yang lebih layak bagi perangkat desa di Bengkulu dan seluruh Indonesia.

Pembangunan Bengkulu

Sebagai anggota Komite III, isu kesehatan menjadi perhatian utama. Ia mengadvokasi peningkatan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, di Bengkulu. Dalam audiensi dengan Kementerian Kesehatan, rentang periode Januari-Juni 2025, ia menekankan penguatan layanan kesehatan di wilayah terpencil seperti Pulau Enggano.

Destita juga turut memperjuangkan hadirnya kantor Balai Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Bengkulu, lengkap dengan pusat pelatihan pekerja migran. Setengah jalan, langkahnya langsung disambut Menteri Abdul Kadir Karding.

Pusat P2MI pun didirikan pada akhir Juli 2025 di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Keberhasilan ini membuka peluang bagi ribuan calon pekerja migran dari Bengkulu bekerja secara aman dan legal di luar negeri.

Dalam bidang ketahanan pangan, ia mendukung program benih padi lokal untuk swasembada pangan. Melalui kelompok tani, para petani di Bengkulu mendapat bantuan benih secara cuma-cuma dari Kementerian Pertanian.

Di beberapa kesempatan jelang musim tanam, Ia bahkan turun langsung menyerahkan benih ke kelompok tani di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kaur hingga Seluma.

Baginya, pertanian adalah pondasi kemandirian daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.

Dukung Seniman dan Komunitas Multisektor

Kepedulian Destita juga menjangkau ranah budaya. Ia memperjuangkan dukungan kementerian untuk seniman daerah, mengusulkan pelibatan seniman Bengkulu di Pekan Kebudayaan Nasional, dan mendorong sanggar-sanggar seni lokal tampil di panggung nasional. Aspirasi itu Ia sampaikan dan mendapat tanggapan positif dari kementerian ekonomi kreatif dan Kementerian Kebudayaan.

Aspirasi nyata pun dilakukan Destita deengan mendukung gelaran Festival Tabut 2025. Bersama seniman “Asak Suai” Senator Tampil menjadi sosok yang menginspirasinya-Fatmawati lewat teaterikal berjudul Fatmawati Untuk Indonesia.

Dalam penyerapan aspirasi Destita telah banyak menerima masukan dan memfasilitasi berbagai kalangan di antaranya komunitas Vespa, Komunitas Sepeda Onthel, dan para penulis buku hingga komunitas pelukis dan disabilitas.

Kunjungan ke Sanggar Salsabila membuktikan komitmennya mendukung kreativitas anak muda. Bahkan, ia mendukung terbentuknya komunitas Ulu Balang sebagai penjaga adat sekaligus pelestari budaya Lembak Bengkulu. Hal ini tak terlepas dari keanekaragaman kekayaan budaya Bengkulu.

Mengawal Kasus Krusial

Sebagai senator, ia juga tampil cepat merespons persoalan krusial. Saat terjadi antrean panjang BBM akibat pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai, dua hari Ia turun langsung meninjau dan mendesak percepatan pengerukan ke pihak Pelindo Bengkulu.

Tragedi tenggelamnya kapal wisata Pulau Tikus pun tak luput dari perhatiannya. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong penerapan Early Warning System (EWS) di destinasi wisata rawan bencana ke Menteri Pariwisata.

Pada Mei perjalanan panjang pun dilalui dengan adanya tragedi Gempa bumi yang merobohkan puluhan rumah warga Betungan Kota Bengkulu. Sehari setelah gempa, Ia langsung mengunjungi korban gempa danmenyerahkan gempa serta menyampaikan kondisi ke Sekretariat DPD RI.

Keesokannya, bersama para Senator dan Ketua DPD RI Sultan Bahtiar Najamudin, Destita menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan logistik kebencanaan.

Dua momen tersebut turut diabadikan saat Senator mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pendangkalan alur dan menyalurkan bantuan ke korban gempa. Tak hanya itu, Destita mendampingi Wapres Gibran turun ke SDN 61 Bengkulu untuk memantau pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selang beberapa hari, di bulan Agustus, masalah MBG yang menimbulkan keracunan ratusan siswa di daerah mencuat dan membuatnya geram.

Destita yang sebelumnya meninjau program MBG di sekolah dan dapur bergizi Anggota Komite III DPD RI ini meminta seluruh pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik untuk anak sekolah maupun MBG khusus ibu hamil-balita agar disiplin mengikuti protap yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kasus pendidikan atas dugaan kecurangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 5 Kota Bengkulu yang melibatkan Kepala Sekolah, operator hingga ketua SPMB memantik kerja Senator.

Di hadapan belasan siswa yang dikeluarkan lantaran tak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen, Destita menguatkan dan berjanji mengawal kasusnya selesai sampai ke tangan Ombudsman hingga Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Pertengahan September Ombudsman yang melakukan pengumpulan data keterangan dari walimurid hingga pihak sekolah, mennyimpulkan satu fakta bahwa sekolah telah melakukan pelanggaran adminisdtrasi atau Maladministrasi lantaran tak mengindahkan regulasi Kementerian dan Pemprov mengalihkan jalur afirmasi pada siswa yang harusnya masuk dalam kuota domisili.

Refleksi Satu Tahun

Dalam berbagai kesempatan, Destita aktif mendampingi kepala daerah Bengkulu bertemu kementerian untuk menyerap anggaran pusat demi mendorong pembangunan Provinsi Bengkulu. Ia menyuarakan mulai dari isu kesehatan, pendidikan, hingga mendukung optimalnya program nasional seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis.

Mendukung pendikan setara juga ia lakukan dengan membagikan ribuan kuota program beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan beasiswa kuliah KIP . Hal ini demi perluasan akses, dan memberikan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Satu tahun perjalanan Senator Destita Khairilisani adalah mosaik pengabdian. Dari ruang rapat paripurna di Senayan hingga desa-desa di pelosok Bengkulu, ia hadir mendengarkan, menyuarakan, dan memperjuangkan. Komitmennya mencakup dimensi luas, tak terbatas pada: perlindungan anak, kesetaraan gender, pemberdayaan UMKM, kesehatan, pertanian, migran, budaya, hingga infrastruktur energi dan transportasi.

Tantangan tentu tidak kecil. Isu struktural, keterbatasan anggaran, hingga kompleksitas regulasi menjadi pekerjaan rumah. Namun, keberanian Destita melangkah, jejaring yang ia bangun, serta dukungan masyarakat Bengkulu menjadi modal penting melanjutkan pengabdian.

Satu tahun perjalanan ini baru permulaan. Masih ada empat tahun ke depan untuk membuktikan bahwa suara rakyat Bengkulu benar-benar bergema di ruang kebijakan nasional. Dengan semangat Bantu Rakyat, Bangun Bengkulu, Senator Destita.(rls/aba)