DPRD Seluma Minta PT SSL Dusun Napalan Tutup Sementara

WARNABENGKULU.CO.ID – Polemik pencemaran sungai yang diduga berasal dari limbah CPO PT SSL di Dusun Napalan Kecamatan Sukaraja terus bergulir. Saat ini DPRD Seluma mulai angkat bicara.

Nofi Andrean Andesca, anggota DPRD Seluma dari Fraksi PDIP menyebut sebelum hasil pengecekan sampel limbah yang diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Seluma keluar dari uji laboratorium. PT SSL lebih baik tutup beroperasi untuk sementara, selama DLH masih melakukan penyelidikan.

“Keluhan warga sudah banyak, kita meminta sementara waktu untuk tutup beroperasi terlebih dahulu sampai hasil cek sampel limbah selesai,” kata Nofi.

Selain itu, sterilisasi terhadap air limbah crude palm oil (CPO) sudah menjadi keharusan. Karena baru beberapa tahun beroperasi sudah menjadi buah bibir di kalangan warga termasuk lingkungan.

Sehingga sudah waktunya untuk sementara ini perusahaan memikirkan lingkungan. Bukan seperti yang dugaan terjadi saat ini. pemerintah daerah bisa mencabut izin sementara perusahaan ini.

“kita tunggu dulu hasil laboratorium keluar, mana saja titik lokasi yang tercemar. Jika tidak positif maka silahkan beroprasi,” ujar Nofi.

Jika hasil positif dari enam titik sampel yang dilakukan uji laboratorium tercemar dengan limbah. Maka pemerintah daerah juga harus tegas dengan mencabut secara permanen izin mereka. Ataupun dengan konsekuensi lainnya dengan membayar denda yang sudah menjadi keharusan.

“Jika terbukti maka harus tutup secara permanen atau membayar denda,” tegas Nofi.

Selain itu Nofi meminta Dinas Lingkungan Hidup bertindak tegas dalam penyidikan yang tengah dilakukan. Karena polusi udara sudah kerap terjadi beberapa desa penyangga keberadaan perusahaan tersebut.

“Penindakan juga harus bisa tegas terhadap perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungan ini,”sampai Nofi.

Menurutnya, terilisasi terhadap air limbah crude palm oil (CPO) sudah sepatutnya dilakuka, karena hal tersebut sangat penting untuk memastikan limbah pada bak penampung 8 sudah layak untuk di alirkan ke lingkungan.

“Ayo kalo memang berani perusahaan ini lepas ikan di bak no 8 pada limbah mereka ini,”imbuhnya.

Diketahui, Dari hasil pengecekan yang sudah dilakukan tim menemukan sejumlah permasalahan dalam sistem pengelolaan limbah PT SSL. Setelah, pengelolaan limbah dengan sistem line aplikasi yang diterapkan perusahaan dinilai belum berjalan maksimal.

Selain itu juga di temukannya adanya kolam penampungan limbah yang mengalami kebocoran pada bak penampung limbah nomor 5. Kondisi ini menyebabkan air limbah merembes keluar hingga mengalir ke anak sungai.(aba)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,911PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles