Warnabengkulu.co.id//Kabupaten Seluma– Komisi 1 DPRD Seluma Provinsi Bengkulu menyatakan kepengurusan Koperasi Manunggal PT Mutiara Sawit Seluma (MSS) bermasalah. Ini berdasarkan penjelasan Dinas Perindagkop UKM Seluma yang mengatakan bahwa Koperasi Manunggal tidak sehat atau bukan koperasi aktif sesuai aturan yang berlaku.
“Sesuai penjelasan Disperindagkop UKM ini, maka kita putuskan kepengurusan Koperasi Manunggal dibubarkan,” kata Samsul, saat hearing kemarin (20/3/2023).
Untuk itu kata Samsul, harus diadakan pemilihan ulang pengurus Koperasi Manunggal. Setelah kepengurusan terbentuk, maka dapat diusulkan untuk buat legalitas atau badan hukum. Sebab sebelumnya Koperasi Manunggal tidak memiliki badan hukum lengkap, hanya diketahui oleh Disperindagkop UKM Seluma.
“Kepengurusan baru terbentuk, langsung ke notaris. Buatkan badan hukum yang lengkap sesuai aturan yang berlaku,” sampai Samsul.
Lanjutnya untuk mencegah terjadinya kericuhan pemilihan kepengurusan Koperasi Manunggal ini. Maka pihaknya akan menfasilitasi, pemilihan dilakukan di ruang Komisi 1 DPRD Seluma. Dengan dihadiri seluruh anggota aktif yang nantinya akan memberikan suara.
“Senin (27/3/2023) pukul 13.00WIB kita lakukan pemilihan pengurus Koperasi Manunggal yang baru. Anggota aktif harap hadir untuk memberikan suara,” pesan Samsul.
Sementara itu Plt Kepala Disperindagkop UKM Seluma, Gun Ibrori membenarkan jika Koperasi Manunggal adalah koperasi yang tidak aktif. Karena tidak melaksanakan AD/ART sesuai peraturan yang berlaku.
“Ciri koperasi aktif itu selalu melaksanakan RAT, melaporkan neraca keuangan dan melaksanakan kewajiban sebagai koperasi. Ini semua tidak dilakukan oleh Koperasi Manunggal, sehingga kami putuskan Koperasi Manunggal adalah koperasi tak aktif atau koperasi tidak sehat,” ungkap Gun.
Untuk itu tambahnya dirinya menyetujui dilaksanakannya pembentukan kepengurusan baru sesuai saran Komisi 1 DPRD Seluma. Pemilihan pengurus ini sesuai dengan kesepakatan anggota. Untuk memilih ketua, sekretaris dan bendahara.
“Kami mendukung pelaksanaan pembentukan pengurus baru ini. Setelah pengurus baru ini terbentuk, barulah ditata lagi untuk memperjuangkan hak-hak anggota terhadap kebun plasma yang selama ini menjadi keluhan,” tandasnya.(aba/adv)



“Reses ini ajang silaturahmi dengan masyarakat serta ajang untuk mengetahui apa saja yang menjadi keluhan masyarakat,” ucap Nur Ali.
“Kita bukan hanya catat dan catat, ini akan kita bahas kemudian akan kita sampaikan ke pemerintah daerah, kita pastikan skala prioritasnya aspirasi masyarakat akan kita wujudkan,” tukas Nur Ali.
“Kami DPRD Kabupaten Seluma sepakat mendukung program pemerintah daerah, jadi kami juga berharap kepada masyarakat untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Seluma,” akhir Nur Ali. (aba/Adv)
Wakil ketua I DPRD Sugeng Zonrio menyampaikan, banyak pokok-pokok pikiran yang disampai oleh masyarakat pada saat anggota dewa melakukan acara reses. Setiap usulan masyarakat akan ditampung terlebih dahulu dan akan di sampaikan kan kepada pemda Seluma. Untuk masalah dana bisa dari dana pokok pikiran maupun dari pemda akan di sinkronisasi.
Lanjutnya, program usulan dari anggota dewan yang tidak termasuk dalam program pemda Seluma itu nantinya yang akan diprioritaskan.
“Mayoritas yang diusulkan oleh masyarakat masih tentang pembangunan infrastruktur seperti, jalan, jembatan dan saluran irigasi,” tutupnya (aba/ADV)
Ketua DPRD bersama rombongan meninjau langsung lokasi dengan berjalan kaki sejauh 1,3 kilometer, karena kondisi cuaca hujan lebat dan jalan yang belum memungkinkan untuk diakses kendaraan.
Ditambahkan Nofi dirinya memastikan semua akses jalan yang saat ini masi berlumpur di tahun 2023 ini akan diperbaiki.
Sementara itu di ungkapkan Kades Padang Capo Ilir Burman, dengan dibukanya badan jalan tersebut sangat berdampak bagi masyarakat Desa.
Bupati dan rombongan diterima langsung Sub koordinator Validasi Ditjen Jaminan Sosial, Irwan Prabowo bersama Staf Elvyn Zebua. Bupati menyampaikan tujuan kunjungan ini untuk berkoordinasi dan berkonsultasi tentang bantuan rumah sejahtera terpadu.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Elian Suandi mengatakan oleh Sub koordinator Validasi Ditjen Jaminan Sosial menyatakan akan langsung menindaklanjuti proposal usulan Kabupaten Seluma ini. Proposal akan langsung disampaikan kepada Menteri Sosial.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Seluma, Nofi Eriyan Andesca dihadiri wakil bupati Seluma, Gustianto, forkopimda, staf ahli, asisten serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Seluma.
Kemudian Raperda tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Raperda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika serta Raperda tentang Penyertaan Modal kepada PT. Bank Bengkulu.(aba)

Serta mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati Seluma, untuk menjadikan Kabupaten Seluma yang Alap, maju dan sejahtera. Sesuai dengan yang didambakan masyarakat selama ini.

Bupati Kaur dalam sambutannya mengajak semua elemen masyarakat, pemerintah dan pihak swasta dalam menghadapi bencana serta upaya mitigasi bencana, baik melalui pembangunan fisik, maupun penyadaran dan peningkatan kapasitas dalam kemampuan menghadapi bencana.
Kabupaten Kaur merupakan daerah yang memiliki potensi bencana kata Bupati. Bencana yang berpotensi terjadi tersebut seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir juga kebakaran yang rawan akan terjadi. Untuk itu melalui apel ini kita manifestasi kesiapan pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan komponen lainnya dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Apel kesiapsiagaan bencana ini diharapkan dapat mewujudkan ketangguhan Kabupaten Kaur dalam menghadapi bencana dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat secara umum. Sejalan dengan pelayanan masyarakat dari pemerintahan yang tercantum dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk masyarakat,” beber Lismidianto.
Usai Apel, Bupati bersama Kapolres, Dandim, Danpos AL, Sekda dan jajaran melakukan peninjauan Kesiapan personil serta sarana dan porasarana pendukung siaga bencana. (Adv/kky).
Lanjutnya, untuk Bazar UMKM, ada 15 UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan yang akan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Selain itu juga akan mengundang UMKM Provinsi Bengkulu, bahkan ke Provinsi tetangga. Rencananya 30 tenda akan disiapkan untuk lokasi bazar UMKM ini.