Beranda blog Halaman 82

Hujan Dua Jam, Desa Maras Jauh Seluma Direndam Banjir

0
Dok. Polsek SA/Warnabengkulu.co.id--Terlihat air masih menggenangi Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas akibat hujan yang mengguyur Senin petang (1/4/2024) pukul 15.00WIB

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu direndam banjir sedalam setengah meter atau setinggi lutut orang dewasa, Senin malam (1/4/2024). Ini akibat hujan yang mengguyur sejak pukul 15.00WIB hingga pukul 17.00WIB.

Kapolres Seluma AKBP Arief Eko Prasetyo melalui Kapolsek Semidang Alas Iptu Gema Arizon mengatakan akibat banjir ini, sedikitnya ada enam rumah terendam dan juga kebun, jalan serta perkarangan warga.

“Hujannya dari jam 15.00WIB sampai jam 17.00WIB, cuma dua jam. Tapi berdampak banjir di Desa Maras Jauh, merendam enam rumah, kebun serta jalan dan pekarangan warga,” terang Kapolsek Semidang Alas.

Sampai saat ini air masih menggenangi Desa Maras Jauh kata Kapolsek. Warga yang terdampak masih disibukan menyelamatkan barang dan perabot. Air berasal dari Sungai Alas yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur.

“Kalau korban jiwa alhamdulillah tidak ada. Personil kita masih di lapangan membantu warga menyelamatkan perabot yang terendam,” kata Gema Arizon.

Kepada warga Kapolsek menghimbau agar tetap waspada. Pantau terus pergerakan air, karena kemungkinan hujan masih berpeluang besar terjadi.

“Warga tetap waspada, pantau terus pergerakan air. Laporkan segera jika ada yang harus ditangani segera,” pesan Kapolsek Semidang Alas.(aba) 

Ini Kandidat Penantang Petahana Erwin Octavian di Pilkada Seluma 2024. Nama Tedi Rahman Paling Dijagokan

0
Gambar ilustrasi Pilkada 2024, sumber Goggle

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Seluma tinggal menghitung bulan. Banyak nama mulai bermunculan disebut-sebut bakal maju untuk merebut BD 1 P di Pilkada yang dijadwalkan digelar November 2024 mendatang.

Adapun nama-nama yang mulai santer di masyarakat yang digadangkan akan menjadi penantang petahana yakni Samsul Aswajar, Novi Eriyan Andesca, Irihadi, Junaidi SP dan Tedi Rahman.

Dari kandidat tersebut, nama Tedi Rahman paling banyak disebut dan menjadi buah bibir masyarakat. Adek kandung Destita anggota DPD terpilih pada Pemilu 14 Februari lalu digadangkan akan menjadi penantang terkuat petahana Erwin Ocatavian.

Sebagai incumbent atau petahana, Erwin Octavian harus memperhitungkan para kandidat ini. Walau saat ini belum mengambil sikap, namun harus mulai menyusun strategi. Modal kemenangan PPP pada Pemilu Februari lalu menjadi kekuatan bagi petahana untuk mempertahankan tampuk pimpinan.

Apalagi beredar isu, bahwa sang Wakil Bupati Gustianto telah memberikan kesempatan pada Erwin Octavian untuk mencari pendamping lain yang akan menemani di BD 2 P.

Samsul Aswajar juga tidak bisa di pandang sebelah mata. Dua periode duduk di DPRD Seluma telah cukup menjadi modal untuk maju merebut BD 1 P. Ditambah lagi pada Pileg lalu Samsul Aswajar dan istri Mega Sulastri berhasil duduk kembali menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu.

Nofi Eriyan Andesca yang saat ini menjabat pimpinan DPRD Seluma juga harus diperhitungkan petahana. Sebagai pemenang pemilu di nasional, PDIP tidak bisa diremehkan karena peta politik Pilkada berbeda dengan peta saat PIleg lalu.

Sementara Irihadi, namanya sudah aral melintang di kalangan ASN dan masyarakat Seluma. Sebagai pensiunan Sekda Seluma Irihadi telah memiliki massa yang juga harus diperhitungkan oleh petahana.

Untuk Jonaidi SP yang telah empat kali memenangi pileg juga akan menjadi duri, jika Erwin Octavian tak memperhitungkan. Empat periode memenangi Pileg di dapil Seluma telah cukup bagi Jonaidi SP untuk maju pada Pilkada November mendatang.

Namun dibalik itu semua, masyarakat Seluma adalah penentunya. Jawaban itu akan diberikan pada Pilkada November mendatang. Siapapun yang nantinya mendapat amanah, bisa membawa Seluma maju dan mampu mewujudkan harapan masyarakat Seluma.(aba)

Realisasikan DD 2024, Pemdes Tanjung Iman 1 Kaur Pasang Lampu Jalan dan Sumur Bor

0
Keky/Warnabengkulu.co.id--- Terlihat Pemdes Desa Tanjunh Iman 1 memasang lampu penerangan jalan tenaga surya yang telah dianggarkan di APBDes 2024. Selain memasang lampu jalan, Pemdes Tanjung Iman juga membuat sumur bor

WARNABENGKULU.CO.ID, KABUPATEN KAUR – Pemerintah Desa Tanjung Iman 1 Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, mulai melaksanakan kegiatan Dana Desa tahun 2024. Sesuai APBDes, tahun 2024 ini Pemdes Tanjung Iman 1 melaksanakan pembangunan penerangan lampu jalan tenaga Surya dan Pembuatan Sumur Bor.

Kepala Desa Tanjung Iman 1 Aman Diharmawan menuturkan pemasangab lampu jalan ini merupakan kesepakatan bersama perangkat dan BPD yang selalu bekerjasama untuk membangun dan memajukan Desa Tanjung Iman 1 yang lebih maju dan berkembang.

“Kami harap masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang telah kami lakukan ini,” ucap Aman Diharmawan, Minggu (31/3/2024).

Dijelaskan Kades Tanjung Iman 1, sesuai kesepakatan dalam musyawarah desa ditetapkan bahwa penerangan jalan dengan menggunakan lampu tenaga surya menjadi prioritas tahun 2024 ini.

“Selain penerangan jalan, Pemerintah Desa Tanjung Iman 1 juga menganggarkan pembuatan Sumur Bor,” kata Kades Tanjung Iman 1.

Lanjutnya ada enam unit lampu jalan tenaga Surya dianggarkan dan saat sudah dipasang di titik yang telah ditentukan, termasuk dalam jalan gang. Sehingga diharapkan masyarakat akan lebih nyaman dan aman saat melintas tidak lagi gelap seperti sebelumnya.

“Semaksimal mungkin kami Pemdes Desa Tanjung Iman 1 akan terus berusaha memajukan desa. Dengan program pembangunan, sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat,” sampai Aman Diharmawan.

Telah banyak harapan masyarakat terwujud sejak Desa Tanjung Iman 1 dipimpin oleh Aman Diharmawan. Beragam pembangunan terus dilaksanakan, termasuk akses jalan menuju perkebunan yang saat ini juga sudah banyak di bangun. Dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(kky/ADV)

Usai Lebaran, Kejari Seluma Kembali Garap Dugaan Penyelewengan Dana Isentif Fiskal Stunting Rp 5,7 M

0
Yayan/Warnabengkulu.co.id---Kasi Pidsus Kejari Seluma Ahmad Gufroni, SH, MH menjelaskan bahwa hasil penilaian KJPP akan menjadi dasar penghitungan kerugian negara perkara tukar guling lahan Murman Efendi-Pemkab Seluma

WARNABENGKULU.CO.ID,SELUMA– Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma saat ini menghentikan sementara penyelidikan dugaan penyelewengan dana Isentif fiskal stunting Rp 5,7 Miliar tahun 2023. Penghentian sementara ini dikarenakan Tim Pidsus Kejari Seluma masih fokus menuntaskan perkara tukar guling lahan Pemkab Seluma.

“Kita berhentikan sementara, nanti habis lebaran idul fitri kembali kita garap lagi dana fiskal stunting ini,” kata Kajari Seluma Wuriadi Paramitha melalui Kasi Pidsus Ahmad Gufroni.

Saksi telah banyak yang dipanggil dan mintai keterangan termasuk OPD penerima alokasi dan Isentif fiskal stunting kata Kasi Pidsus. Sehingga telah ada titik terang dugaan penyelewengan dana bantuan Kemenkeu untuk penanganan stunting di akhir tahun 2023 tersebut.

“Bagaimana lanjutnya nanti kita pelajari dulu. Apakah langsung gelar perkara atau kembali akan melakukan pemanggilan saksi,” terang Kasi Pidsus.

Pihaknya akan mengungkap dan mengusut perkara stunting ini tuntas ucap Kasi Pidsus. Namun untuk membuktikan dugaan penyelewengan masih memerlukan waktu untuk pulbaket yang dibutuhkan.

“Yang kita lidik ini adalah realisasi uang negara. Jadi sekecil apapun harus ada pertanggungjawabannya. Dan realisasi harus sesuai dengan peruntukannya,” sampai Kasi Pidsus.

Sekedar mengingatkan diusutnya dana Isentif fiskal stunting yang diterima Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemkab Seluma Rp 5,7 Miliar tahun 2023 oleh Kejari Seluma. Karena ada dugaan dana yang diperuntukkan untuk percepatan penurunan stunting tersebut disalahgunakan.

Dana tersebut dialokasikan ke OPD yang terkait dengan penurunan stunting, padahal di OPD tersebut talah ada anggaran yang dialokasikan. Sehingga oknum yang mengatur alokasi dana stunting ini meminta OPD menyiapkan SPJ ganda untuk pertanggungjawaban dana stunting tersebut.(aba) 

Warga Kaur Bengkulu, Jadi DPO Pelanggaran Pemilu. Gakumdu Minta Segera Menyerahkan Diri

0
Keky/Warnabengkulu.co.id-- Kanit Tipikor Polres Kaur yang juga menjabat Penyidik Gakumdu Aiptu Zulkopli Komaini , SH meminta TH (25) tersangka pelanggaran pemilu 2024 untuk segera menyerahkan diri

WARNABENGKULU.CO.ID, KAUR– Warga Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu TH (25) masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) Kabupaten Kaur.

DPO ini terhitung mulai 27 Maret 2024, sejak TH ditetapkan tersangka oleh Penyidik Gakkumdu Satreskrim Polres Kaur, atas dugaan pelanggaran Pemilu tahun 2024.l Pelanggaran yang dilakukan TH yakni melakukan pencoblosan dua kali di 2 TPS berbeda. Pada 14 Februari 2024 lalu.

Kapolres Kaur AKBP Eko Budiman melalui Kasatreskrim AKP Junni Manurung di dampingi Penyidik Gakkumdu Aiptu Zulkopli Komaini meminta TH segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum perkara ini.

“Kami himbau dan minta tersangka TH ini segera menyerahkan diri. Pihak keluarga kami minta untuk membantu jika mengetahui keberadaan tersangka,” kata Zulkopli.

Dijelaskannya TH disangkakan dengan pasal 516 Undang Undang RI No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Sesuai undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau TPS lain merupakan perbuatan pidana.

“Sesuai undang-undang tersebut, TH terancam pidana penjara 18 bulan dan denda Rp18 juta,” kata Penyidik Gakumdu.

Ia menambahkan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan TH ini terjadi pada pencoblosan tanggal 14 Februari 2024 lalu. TH melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di TPS yang berbeda yaitu di TPS 001 Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur dan TPS 003 Desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur.

“Atas perbuatannya tersebut, TH kita tetapkan sebagai tersangka. Dan harus diproses sesuai hukum dan perundangan yang berlaku. Untuk itu kepada TH kami minta agar segera menyerahkan diri,” sampainya Zulkopli.(kky)

Rp 27,9 Miliar Proyek Di Dikbud Seluma Belum Dilelang. Ada Apa?

0
Yayan/Warnabengkulu.co.id--Proyek fisik senilai Rp 27,9 Miliar di Dikbud Seluma untuk rehab dan pembangunan sarana penunjang pendidikan sampai saat ini belum dilakukan lelang LPSE UKPBJ

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Triwulan pertama tahun 2024 akan segera berakhir. Namun belum satu pun proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Seluma dilakukan lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Unit Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sekretariat daerah (Setda) Seluma.

Padahal diketahui tahun 2024 ini, Dikbud Seluma kembali mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Kemendikbud untuk rehab dan pembangunan sarana pendukung sekolah yang besarannya mencapai Rp 27,9 miliar.

“Belum ada masuk kalau proyek di Dikbud, sampai saat ini belum ada yang siap untuk dilelang,” terang Kabag UKPBJ, Budiman, Selasa (26/3/2024).

Dikatakan Kabag UKPBJ, untuk proyek di Dikbud yang telah masuk adalah perencanaan. Itupun untuk proyek yang anggaranya di bawah Rp 200 juta atau proyek penunjukan langsung (PL).

“Kalau yang proyek PL sudah ada beberapa yang masuk ke kami, namun untuk perencanaannya. Kalau proyek yang tender, belum ada sampai saat ini,” kata Budiman.

Menyikapi ini Kadis Dikbud Seluma Farzian belum dapat dimintai keterangan. Di hubungi via whatsapp tidak didapat jawaban, dan di datangi ke kantor untuk konfirmasi, tidak dapat diganggu karena rapat.

Untuk diketahui di tahun 2024 ini Dikbud Seluma, mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 27,9 Miliar dari Kemendikbud. Anggaran ini untuk pembangunan fasilitas dan sarana pendukung pendidikan serta rehab sekolah. Rincian alokasi anggaran tersebut, Rp 16,9 Miliar untuk Bidang SMP dan Rp 11 Miliar untuk Bidang SD dan PAUD.

Untuk Bidang SMP ada 13 sekolah yang mendapat alokasi anggaran ini. Rehab 13 SMP ini meliputi rehab ruang kelas, perpustakaan, UKS, ruang tata usaha dan mushola. Sekolah penerima rehab ini sesuai dengan usulan yang disampaikan ke Kemendikbud.

Adapun 13 SMP yang dilakukan perehaban tahun 2024 ini yakni SMPN 02, 20, 15, 16,13, 04,14, 28, 25, 37 dan SMPN 21yang anggaranya bersumber dari dana DAK. Sementara dari dana DAU ada dua SMP yaitu SMPN 29 dan SMPN 30.

Besok, DPRD Seluma Panggil Kades, BPD dan Tokoh Masyarakat Dusun Baru. Samsul Aswajar: Kita Gelar RDP

0
Waka 2 DPRD Seluma Samsul Aswajar, S.Sos menjelaskan terkait telah diketuk palunya APBD 2025 pada Jum'at (29/11/2024)

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA- Jika tidak ada kendala, besok (26/3/2024) DPRD Seluma akan memanggil kepala desa, BPD serta tokoh masyarakat Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo.

DPRD Seluma akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) menyikapi rencana pemecatan Kepala Desa Dusun Baru pada 1 April mendatang oleh Pemkab Seluma. Surat undangan kepada pihak yang diminta hadir juga telah disampaikan ke penerimanya.

Waka 2 DPRD Seluma Samsul Aswajar mengatakan RDP ini digelar karena pihaknya melihat ada kejanggalan pada rencana pemecatan Kepala Desa Dusun Baru yang dijadwalkan pada 1 April mendatang.

“Jadi kita gelar RDP, untuk mencari kebenaran dari permasalahan yang terjadi di Desa Dusun Baru. Kami tidak mau pemecatan ini nanti kembali blunder untuk Pemkab Seluma,” kata Samsul.

Dengan RDP ini diharapkan dapat memberikan kejelasan polemik yang terjadi kata Samsul. Sehingga semua jelas dan gamblang, yang selanjutnya dapat disimpulkan langkah yang harus diambil atas perkara ini.

“Semua kita hadirkan dalam RDP ini, termasuk perempuan yang diisukan selingkuh dengan pak Kades. Sehingga semua akan jelas kebenarannya,” ucap Waka 2.

Hasil RDP akan di sampaikan ke Pemkab Seluma tukas Waka 2. Agar dapat menjadi pertimbangan sebelum SK pemberhentian Kepala Desa Dusun Baru di terbitkan.

“Kami tidak ingin ada yang terzalimi. Kami gelar RDP ini semata untuk mencari kejelasan atas permasalahan yang terjadi. Jangan sampai SK pemberhentian di keluarkan lalu digugat dan Pemkab Seluma kalah lagi. Jadi hari benar teliti,” sampai Samsul Aswajar.(aba) 

Keluhan Warga Terkait Limbah IPAL Layang Lekat Warga Muat Di Medsos

0

Bengkulu Tengah// Warnabengkulu- Pekerjaan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah ( IPAL) yang di laksanakan di Desa Layang Lekat Kecamatan Pagar Jati, yang dikeluhkan warga saat ini bahkan dimuat di media sosial (medsos) ternyata anggarannya tidak berasal dari Dana Desa(DD).

Tek Foto :
Keluhan warga yang disampaikan melalui medsos terkail IPAL di Desa Layang Lekat

Hal ini diakui juga oleh Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM) ANDI,yang dihubungi Via Handphone.

” Ya, tidak menggunakan Dana Desa,” kata Andi.

Dijelaskannya, untuk sumber dana kegiatan merupakan dari Dinas PUPR Kabupaten Benteng

Mengenai keluhan warga, dijelaskannya bahwa kegiatan pelaksanaan tersebut sudah sesuai yang di anjurkan.

Andi membantah kalau kegiatan dikerjakan asal-asalan.

Sementara itu, Kades Layang Lekat, Hamka menjelaskan bahwa dirinya sudah mempertanyakan keluhan warga tersebut diantaranya air limbah yang sampai meluber dan menyebabkan bau tak sedap.

Bahkan keluhan disampaikan juga langsung melalui medsos. (Red)

Bupati Seluma Harus Kaji Ulang, Berhentikan Kades Dusun Baru. Samsul Aswajar: Jangan Ada Yang Terzalimi

0
Waka 2 DPRD Seluma Samsul Aswajar, S.Sos menjelaskan terkait telah diketuk palunya APBD 2025 pada Jum'at (29/11/2024)

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Per 1 April mendatang, Ibrani Kepala Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo akan diberhentikan sementara dari jabatannya oleh Bupati Seluma Erwin Octavian.

Ini memenuhi tuntutan warga yang menggelar aksi Kamis (21/3/2024), sehingga Wabup Gustianto dan Sekda H. Hadianto yang saat itu menemui perwakilan warga memberikan keputusan akan memenuhi tuntutan warga untuk memberhentikan kepala desa Dusun Baru Per 1 April mendatang.

Menyikapi ini Wakil Ketua (Waka) 2 DPRD Seluma Samsul Aswajar mengingatkan agar Bupati Seluma tidak gegabah memberikan keputusan memberhentikan kepala desa (Kades) Dusun Baru, harus di kaji dan dipikirkan ulang sebelum SK pemberhentian tersebut diterbitkan.

“Dikaji dan ditelaah lagi, jangan gegabah. Karena ini menyangkut hidup seseorang, jangan sampai nanti ada yang terzalimi,” pesan Samsul, Minggu (24/3/2024).

Samsul mengingatkan bahwa bergulirnya perkara ini karena dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh kepala desa. Namun ini mental dan tidak dapat dibuktikan, sehingga masyarakat yang kontra beralih ke isu lain menyebut bahwa Kades sangat arogan dalam memimpin.

“Kita tidak membenarkan yang salah begitupun sebaliknya. Cuma kami tidak ingin keputusan yang diambil bupati salah, pertimbangkan dan kaji sekali lagi untuk menerbitkan surat pemberhentian itu. Jangan sampai nanti blunder,” ungkap Samsul Aswajar.

Jangan sampai kejadian Kades Padang Kelapo terulang lagi kata Samsul. SK pemberhentian di PTUN kan dan akhirnya Pemkab Seluma kalah dan harus mengaktifkan kembali Kades Padang Kelapo.

“Kami dewan hanya mengingatkan, selaku kami fungsi pengawasan. Kami tidak ingin bupati salah dalam memutuskan, yang akhirnya akan menjadi konflik dan ujungnya masyarakat yang menjadi imbasnya,” pungkas Samsul.(aba)

Diduga Proyek IPAL Desa Layang Lekat Pengerjaannya Asal Jadi

0
Pipa limbah yang tampak keluar dan airnya tergenang

Bengkulu Tengah//Warnabengkulu.co.id– Pelaksanaan pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah ( IPAL) yang berada di Desa Layang Lekat Kecamatan Pagar Jati diduga asal jadi.

Pipa limbah yang tampak keluar dan airnya tergenang

Karena, proyek yang dikerjakan selesai belum lama ini, mulai dikeluhkan masyarakat desa.

Salah satunya, kondisi air limbah yang keluar meluber dari pipa. Bahkan pipa yang tertanam diduga tidak sesuai standar kedalaman yang seharusnya. Karena pipa limbah sampai kelihatan keluar diatas tanah.

Belum lagi, ditemukan beberapa pipa yang tidak terpasang. Tentu hal ini menjadi tanda tanya, mengapa bisa tidak terpasang danberada di sekitar rumah warga.

Atas hal ini, warga minta solusi penyelesaian.

Saat hal ini di konfirmasi ke pemerintah Desa Layang Lekat, Kades Layang Lekat Hamka, yang diminta penjelasannya mengakui bahwa warga ada yang mengeluh atas kondisi tersebut.

Hamka, Kades Layang Lekat
Hamka, Kades Layang Lekat

“Memang ada keluhan, karena air limbahnya bau,” terang Kades.

Mengenai pengerjaan, Kades mengakui juga bahwa dikerjakan oleh warganya.

Hanya saja Kades dalam pengerjaan tidak dilibatkan sama sekali. Pengerjaan dikelola langsung oleh Kelompok Swdaya Masyarakat (KSM).

Kades berharap, untuk informasi lanjutan, bisa dicari langsung ke KSM. Bisa juga di kontak langsung pengurusnya.

“Kita semua berharap, ada penjelasan yang masuk akal dari pihak yang mengerjakan atas keluhan warga ini,” demikian Kades (Red)