WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Pabrik Crude Palm Oil atau CPO milik PT Seluma Sawit Lestari (SSL) di Dusun Napalan Kelurahan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu kembali menuai protes masyarakat.
Lagi-lagi masyarakat memprotes dugaan pencemaran yang berasal dari limbah CPO yang dikelola dan diproduksi oleh PT SSL. Protes ini bukan tanpa alasan, sebab belum lama ini anak sungai yang terhubung ke saluran limbah PT SSL mengeluarkan bau busuk.
Nofi warna Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja mengatakan sungai di belakang rumahnya, mengeluarkan bau busuk. Hingga membuat sesak pernapasan.
“Kejadiannya sesudah hujan deras minggu lalu. Saya pergi ke sungai belakang rumah, mencium bau busuk dari air sungai,” terang Nofi kepada Warnabengkulu.co.id, Jum’at 17 April 2026.
Memastikan apakah bau busuk ini berasal dari sungai kata Nofi, dirinya mengambil air sungai. Benar saja, air sungai berbau busuk, padahal selama ini sungai yang melewati Jembatan Siabun tersebut tidak pernah tercemar.
“Kuat dugaan saya, tercemarny sungai ini karena limbah pabrik PT SSL. Karena sebelum ada pabrik, sungai ini tidak pernah tercemar,” kata Nofi.
Menelusuri ini lanjut Nofi, dirinya mencoba mencari informasi dengan menanyakan ke salah seorang karyawan yang dikenalnya di PT SSL. Menanyakan apakah ada aktivitas PT SSL membuang limbah saat hujan deras belum lama ini.
“Kebetulan saya ada kenal dengan karyawan PT SSL, saya coba tanyakan. Ternyata benar, malam-malam saat hujan deras ada pembuangan limbah oleh PT SSL,” jelas Nofi.
Jika informasi ini memang benar ujar Nofi, artinya PT SSL melanggar untuk kedua kalinya. Sebab pertengahan tahun 2025 lalu, Wakil Bupati Seluma Gustianto pernah melakukan sidak menindaklanjuti laporan masyarakat terkait bau limbah ini.
“Ini terulang lagi baunya, bahkan sudah berada di sungai. Kalau dulu waktu di sidak pak Wabup, bau limbahnya tercium oleh warga di sekitar pabrik saja,” ungkapnya.
Nofi berharap Pemkab Seluma dan pihak terkait dapat menindaklanjuti permasalahan limbah di PT SSL ini. Teguran keras harus dilakukan, karena sudah dua kali dikeluhkan oleh masyarakat.
“Kami harap Pemkab Seluma dan pihak terkait turun, memastikan ini. Kami bukan tidak mendukung adanya pabrik ini, tapi kami tidak mau juga lingkungan kami tercemar. Jadi mohon ini menjadi perhatian, jangan sampai masyarakat yang bertindak,” sampai Nofi.(aba)




