WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Dugaan pencemaran kembali terulang di PT Seluma Sawit Lestari (SSL) di Desa Napalan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pencemaran terjadi di anak-anak sungai hingga ke air sungai di Desa Lubuk Sahung-Padang Pelawi.
Informasi yang berhasil di dapat Warnabengkulu.co.id, pencemaran ini terjadi karena PT SSL diduga sengaja membuang limbah ke sungai yang ada di lingkungan perusahaan.
“Iya bang, kemarin memang ada buang limbah waktu hujan deras. Limbah itu dibuang saat malam untuk menghindari kecurigaan masyarakat,” ujar salah seorang karyawan yang berhasil ditemui Rabu (15/4/2026).
Akibat limbah ini, masyarakat yang berada di aliran sungai di suguhkan bau tak sedap. Keterangan sumber tersebut, saat limbah dibuang, terlihat ikan banyak mati.
Salah Seorang warga Kelurahan Sukaraja, Np mengatakan aroma tidak sedap yang terjadi diduga kuat berasal dari limbah yang sengaja dibuang PT SSL tersebut. Aroma tidak sedap ini kerap tercium sesuda hujan deras turun.
“Desas desusnya PT SSL sengaja buang limbah ke aliran anak sungai yang ada di Desa Padang Pelawi saat hujan beberapa hari ini. Akibatnya kami kebagian bau busuknya yang menyengat,” ujar Np yang minta namanya diinisialkan.
Dikatakan Np, bukan hanya dirinya yang merasakan bau tak sedak tersebut. Tetapi juga tercium oleh warga lainnya yang tinggal di desa penyangga perusahaan.
“Tahun 2025 lalu sudah ada aksi protes masyarakat akibat bau limbah ini. Kini terulang lagi, sehingga kami menganggap ini ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh PT SSL,” kata Np.
Menanggapi ini, Manager PT SSL, Widiyanto belum didapat konfirmasi untuk memberikan penjelasan. Dihubungi melalui telepon dan pesan whatsapp, tidak didapat jawaban hingga berita ini ditulis.(aba)




