WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA- Dugaan pencemaran udara dari aktivitas pabrik minyak goreng PT Olein Sawit Lestari (OSL) di Desa Sarimulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terbantahkan.
Sebab pabrik yang berada di bawah naungan Bengkulu Sawit Lestari (BSL) tersebut disebut menggunakan sistem penyulingan dalam proses produksi, sehingga dinilai minim menghasilkan polusi udara.
Humas PT OSL, Zulpajri mengatakan, proses produksi di pabrik minyak goreng berbeda dengan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) yang umumnya menghasilkan emisi dari proses pembakaran.
“Pabrik kita menggunakan sistem penyulingan dan berbasis teknologi, sehingga sangat minim bau maupun polusi udara,” ujar Zulpajri saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Zulpajri menjelaskan, bahan baku yang digunakan merupakan CPO yang sudah jadi, sehingga tidak melalui proses perebusan maupun pembakaran seperti di pabrik kelapa sawit pada umumnya.
Menurutnya, CPO tersebut langsung dimasukkan ke dalam tangki penampungan tertutup sebelum diproses melalui tahap penyulingan hingga menjadi minyak goreng siap pakai.
“CPO dimasukkan ke tangki tertutup, kemudian dilakukan proses penyulingan. Jadi tidak ada proses pembakaran yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara,” jelasnya.
Zulpajri menegaskan, sistem produksi tersebut membuat potensi timbulnya bau maupun limbah udara dapat ditekan seminimal mungkin. Ia juga membandingkan dengan pabrik pengolahan CPO yang memiliki tahapan perebusan dan pembakaran, sehingga lebih berpotensi menimbulkan polusi.
“Kalau pabrik CPO memang ada proses perebusan dan pembakaran. Sementara di pabrik minyak goreng, prosesnya murni penyulingan,” tambahnya.
Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai bau yang diduga berasal dari pabrik, pihak perusahaan mengaku telah melakukan berbagai langkah, termasuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
Zulpajri menyebut, sosialisasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa penyangga dan perangkat guna memberikan pemahaman terkait proses produksi di pabrik.
Selain itu, perusahaan juga telah melaksanakan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami sudah melakukan sosialisasi bersama pemerintah desa, sekaligus kegiatan bakti sosial sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Zulpajri.
Meski demikian, Zulpajri menegaskan pihak perusahaan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna menjaga kenyamanan masyarakat serta memastikan operasional pabrik tetap sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.
“Kita PT OSL suda bersertifikat ISO 9001. Jadi akan selalu kita jaga kinerja perusahaan. Terutama kepada masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan,” sampai Zulpajri.(aba)




