Beranda blog Halaman 49

Peduli Stunting, Dandim 0409/ Rejang Lebong Turun Langsung Berikan Uluran Kasih

0

Warna Bengkulu.co.id//Rejang Lebong-
Dandim 0409/Rejang Lebong Turun langsung memberikan bantuan sembako dan susu untuk perbaikan gizi anak yang berlokasi di Air Lanang Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong, pada (31/12/2024).

Dandim berkunjung ke rumah warga untuk memberikan bantuan

Pemberian ini bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Untuk diketahui bayi yang lahir pada 23/12/2024 ini membutuhkan ASI namun tidak bisa. Berdasarkan berita media sosial yang beredar sang ibu diketahui mengalami depresi (baby blouse).

Dandim 0409/RL Letkol ARH. Mochamad Erfan menyampaikan bahwa mengetahui dari sosial media yang sempat viral. Kemudian ditindaklanjuti serta ditelusuri keberadaan serta memastikan kondisi bayi yang membutuhkan bantuan. Melalui monitoring Babinsa mengecek keberadaannya dan kondisi, sang ibu mengalami baby blouse.
Pemberian yang diberikan berupa susu dan sembako.

” Ya benar setelah ditindaklanjuti dan di telusuri ternyata sang Ibu membutuhkan perawatan dari dokter jiwa. Sang Ibu harus menjalani rawat kontrol. Dikarenakan mengalami baby blouse. Sehingga menyebabkan sang anak yang masih bayi tidak dapat menerima Asi secara langsung membutuhkan bantuan susu formula,” ungkap Mochamad.

Dandim 0409/RL berharap dengan bantuan susu untuk bayi berumur 0-6 bulan melalui bantuan susu formula membuat bayi dapat tumbuh kembang dengan baik dan sehat.

“Bayi yang sehat dan cerdas nantinya dapat menjadi aset kecerdasan anak bangsa dalam menuju Indonesia Emas. Untuk Sang Ibu semoga bisa secepatnya pulih kembali,” tutup Dandim. (Btg)

Satu Suara, Warga Riak Siabun Kompak Tolak Pendirian Pabrik CPO Mini

0

warnabengkulu.co.id,||Seluma – Warga Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menyatukan suara menolak rencana pendirian Pabrik CPO Mini, PT. Bengkulu Panen Agro, di Desanya. Senin (30/12/2024).

Mewakili warga desa yang menolak, Sahril (43), salah satu warga Desa Riak Siabun yang menolak kehadiran Pabrik Mini CPO di desanya itu mengatakan, berdirinya Pabrik CPO Mini di Desa Riak Siabun, secara hitungan kedepannya tidak akan banyak berkontribusi kepada ekonomi warga bahkan hanya akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

“terlalu banyak alasan jadi saya bingung mau menyampaikan. Yang jelas kami meyakini ini lebih besar mudharat dari pada kemaslahatan warga Desa Riak Siabun kedepannya,” tandasnya.

Namun menurut Sahril, salah satu alasan utama warga Riak Siabun menolak rencana berdirinya Pabrik Mini CPO yang diduga kuat sudah ada kesepakatan antara Pimpinan PT. Bengkulu Panen Agro, dengan Pemerintah Desa Riak Siabun itu, titik lokasi cikal bakal Pabrik Mini CPO nyaris tanpa jarak dengan pemukiman warga.

Sehingga akan sangat mengancam warga karena lingkungan akan sangat mudah tercemar degan limbah produksi dan udara juga akan ikut tercemar.

“silahkan kalau ada yang menilai pemikiran kami terlalu berlebihan. Namun mencegah lebih baik mengobati. Sudah banyak contoh, sebab kalau nanti sudah berdiri, seumpama pun sudah ada korban jiwa akibatnya, maka tuntutan dan desakan warga hanya akan sia-sia percuma,” tegas Sahril.

Lebih lanjut, dari wawancaranya dengan awak media ini, mewakili warga Riak Siabun, Sahril berharap Pemerintah Desa Riak Siabun mendengar apa yang disuarakan warga, tidak hanya memikirkan keuntungan semata.

Sebab warga menduga kehadiran Pabrik Mini CPO ini didukung oleh Pemerintah Desa. Dikatakannya, apa yang Ia lontarkan bukan sekedar tuding tanpa dasar.

Karena menurut Sahril, hal itu dapat dinilai dari gaya bicara Pemdes Riak Siabun yang sebagai mediator namun diduga kuat sudah berkangkalingkong dengan pihak perusahaan tanpa memikirkan lagi tuntutan warga dan dampak buruknya.

Pasalnya disetiap pertemuan antara warga dengan Handsen Thurmond Khosasi Direktur PT. Bengkulu Panen Agro yang di fasilitasi oleh Pemerintah desa, perdebatan yang terjadi bukan dengan pihak perusahaan melainkan dengan Pemerintah Desa Riak Siabun.

“kami hanya menduga saja Mas, tapi kami dapat menilai dari gaya bicara perangkat desa di setiap pertemuan sepertinya lebih condong mendukung perusahaan dari pada warga. Bahkan meski tidak ada rekaman, ada bahasa yang dilontarkan perangkat desa yang diduga merendahkan warga dengan mengatakan kalau warga yang menolak adalah orang awam.” tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media ini selanjutnya akan meminta tanggapan dan klarifikasi sebagai keberimbangan berita kepada pihak Pemerintah Desa Riak Siabun dan pihak perusahaan PT. Bengkulu Panen Agro. (John1)

Rencana Pembangunan Desa Pelajau, Pemdes Gelar Musyawarah

0

Warnabengkulu.co.id//Bengkulu Tengah-
Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbangdes) Yanng dilaksanakan pada Jumat (27/12/2024) membahas tentang rencana pembangunan desa khususnya Desa Pelajau Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah.

Acara musrenbangdes di hadiri langsung oleh Camat Karang Tinggi Deby Septika, S.STP.,M.Si beserta unsur Tripika, unsur Pemdes dan BPD Desa Pelajau, serta warga Desa Pelajau.
Musrenbangdes ini bertujuan untuk memperbaiki beberapa kekurangan dan usulan-usulan yang sudah disepakati bersama melalui musyawarah.

Menurut Ujang Supran Kepala Desa Pelajau menyampaikan hasil usulan musyawarah rencana pembangunan desa, yakni Pembangunan Sumur Bor, drainase dan rabat beton. Kebutuhan pembangunan ini akan disesuaikan dengan dana yang diberikan. Apabila mencukupi maka pembangunan untuk tahun 2025 akan dilaksanakan.

“Semua usulan ditampung terlebih dahulu untuk teknis pembangunan menyesuaikan dengan kucuran dana yang di setujui nantinya,” ungkap Ujang.

Sementara menurut Camat Karang Tinggi Deby Septika, S.STP.,M.Si mengatakan usulan-usulan rencana pembangunan akan ditampung untuk melihat yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat dan disesuaikan dengan anggaran yang diberikan nantinya.

“Usulan yang ada akan di lihat untuk kesesuaian dan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Suatu desa akan maju apabila pembangunan sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan oleh desa,” tutup Deby. (Btg)

Sepeda Motor Korban Pembunuhan Sadis Warga Karang Dapo Kaur, Ditemukan di Desa Tanjung Iman

0
Keky Yulian/Warnabengkulu.co.id-- Inilah sepeda motor Honda Beat yang diduga milik korban pembunuhan sadis warga Desa Karang Dapo ditemukan warga Desa Tanjung Iman yang sedang bergotong-royong, Sabtu pagi (28/12/2024)

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Warga Desa Tanjung Iman Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu heboh tadi pagi (28/12/2024) sekira pukul 10.00 WIB. Warga yang sedang bergotong-royong menemukan sepeda motor Honda beat yang diduga kuat milik korban pembunuhan warga Desa Karang Dapo Kecamatan Semidang Gumai minggu lalu.

Junis (55) warga Desa Tanjung Iman mengatakan sepeda motor tersebut pertama kali dilihat oleh warga sedang bergotong royong membuat kandang kerbau. Di samping rumah yang sudah tak berpenghuni tak jauh dari lokasi gotong-royong terlihat ada sepeda motor tersebut.

“Yang menemukan sepeda motor itu warga yang sedang bergotong-royong membuat kandang kerbau. Sepeda motor yang diduga milik korban pembunuhan warga Karang Dapo itu terparkir di samping rumah kosong,” jelas Junis saat dikonfirmasi siang ini (28/12/2024).

Motor tersebut diduga milik korban pembunuhan warga Karang Dapo, karena ada salah satu warga yang mengenali. Penemuan sepeda motor ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Sepeda motor tersebut telah di bawa ke Polsek Kaur tengah,” ujar Junis.

Selain sepeda motor lanjut Junis, warga juga barang lainnya. Yakni helm dan satu lembar celana dasar warna hitam. Namun warga belum berani menyentuh barang tersebut masih menunggu tim inafis Polres Kaur yang sedang menuju TKP.

“Warga juga menemukan helm dan celana dasar hitam di lokasi penemuan sepeda motor. Warga masih menunggu tim inafis untuk dilakukan olah TKP,” kata Junis.

Terpisah apolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Kaur Tengah Iptu Joko Susanto SH membenarkan adanya penemuan sepeda motor Honda Beat yang diduga benar milik korban pembunuhan warga Karang Dapo.

“Iya benar ada warga yang menemukan sepeda motor yang diduga milik korban pembunuhan warga Karang Dapo minggu lalu. Namun saat ini masih kami dalami terkait penemuan ini,” ungkap Joko Susanto.(kky)

Lestarikan Budaya Daerah, Pemdes Talang Benuang Seluma Ajarkan Tari Adat, Pukul Kulintang dan Redab Pada Anak

0
Yayan Hartono/Warnabengkulu.co.id-- Mendukung pelestarian adat, budaya dan kesenian daerah Pemdes Desa Talang Benuang mengajarkan tari adat, pukul Kulintang dan redap kepada anak-anak generasi penerus masa depan

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Tidak ingin generasi muda lupa akan adat dan budaya daerah. Pemerintahan desa (Pemdes) Desa Talang Benuang mengenalkan adat dan budaya Seluma kepada anak. Bukan hanya mengenalkan, Pemdes Talang Benuang langsung mengajarkan adat dan budaya tersebut kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus ke depan.

Kepala desa (Kades) Talang Benuang Sarwan Efendi mengatakan tujuan pengenalan adat dan budaya ini agar adat dan budaya maupun kesenian daerah asli Kabupaten Seluma ini tetap lestari dan beregenerasi.

“Adat dan budaya yang kita kenalkan adalah tari adat, pukul Kulintang dan redap (rebana besar, red),” ucap Kades Talang Benuang, Kamis siang (26/12/2024).

Adat dan budaya serta kesenian ini akan punah jika tidak dikenalkan dan diajarkan kepada anak muda generasi penerus masa depan. Pengaruh budaya luar sangat kuat, sehingga adat dan budaya serta kesenian ini harus dikenalkan dan diajarkan sejak dini.

“Kami Pemdes Talang Benuang sepakat untuk melestarikan adat, budaya dan kesenian daerah ini. Agar selalu ada dan lestari, di tengah gempuran cangginya teknologi saat ini,” kata Sarwan Efendi.

Sebagai pengajar anak-anak ucap Sarwan, pihaknya mempercayakan kepada para pemuka adat Desa Talang Benuang. Baik itu tari adat, pukul Kulintang maupun redab. Hal ini juga didukung oleh para orang tua, dengan mengizinkan anaknya untuk ikut dan belajar adat, budaya dan kesenian daerah asli Seluma Ini.

“Alhamdulillah kita di desa Talang Benuang ada pemuka adat yang paham dan bisa untuk mengajarkan adat, budaya dan kesenian daerah ini. Semua mendukung dan siap berkontribusi untuk melestarikan adat, budaya dan kesenian daerah ini” ungkap Kades Talang Benuang.(aba)

Kapolsek Talang Empat Monitoring Pelaksanaan Pengamanan Ibadah Natal

0

Warna Bengkulu.co.id//Bengkulu Tengah-
Kapolsek Talang Empat melakukan pengecekan dan monitoring pelaksanaan pengamanan Ibadah Hari Raya Natal di Gereja-gereja yang berada di wilayah hukum Polsek Talang Empat. Pelaksanaan pengamanan dilakukan (25/12/2024).

Adapun gereja yang di monitoring Gereja GPDi Jayakarta dan Gereja Sinar Kasih Harapan Makmur.

Pengamanan monitoring guna untuk memastikan pelaksanaan ibadah natal dapat berlangsung aman, kondusif dan tidak ada gangguan apapun.

Menurut Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Dedi Wahyudi, S.Sos. S.IK., M.H. M.IK melalui Kapolsek Talang Empat AKP Bayu Suheri P, S.H., M.H mengatakan monitoring ini dilakukan untuk memastikan saat ibadah Natal 25 Desember 2024 ini berjalan dengan baik tidak ada gangguan apapun, sekaligus mengecek kehadiran personil dalam melakukan pengamanan di gereja.

“Tetap tingkatkan kewaspadaan guna menciptakan ibadah yang aman dan damai. Serta mengucapkan selamat hari raya Natal kepada para jemaat gereja yang merayakan suka cita natal ini,” ungkap Bayu.

Dengan harapan semoga kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman sehingga Kamtibmas jadi lebih kondusif.(Btg)

Warga Kaur Temukan Sepeda Motor Diduga Milik Korban Pembunuhan Sadis

0

Warna Bengkulu.co.id//Kabupaten KAUR – Satu unit sepeda motor diduga milik korban pembunuhan sadis di Desa Karang Depo Kecamatan Semidang Gumay,  yakni seorang nenek dan cucunya beberapa hari lalu, ditemukan oleh warga Desa Tanjung Iman Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur pagi ini (25/12)  sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi penemuan sepeda motor yakni dikawasan yang disebut oleh warga yakni seranjangan bekas rumah tua.

Lokasi ditemukannya sepeda motor okeh warga.

Mantan Kepala Desa Tanjung Iman, Junis (55)   mengatakan jika motor  tersebut pertama kali dilihat oleh warga setempat yang tengah bergotong royong membuat kandang kerbau di samping rumah bekas  tersebut.

“Warga yang menemukan motor honda beat dan  informasinya milik korban pembunuhan,” terang Junis.

Disampaikan lebih lanjut oleh Junis, motor tersebut diduga milik korban pembunuhan karena ada warga yang mengatakan kalau motoritu memang miliknya.

“Warga sudah melaporkan kejadian ini dengan pihak kepolisian setempat dan motor sudah di bawa ke Polsek Kaur Tengah,” imbuhnya.

 

Dan saat ini, motor sudah di bawa ke Polsek Kaur tengah. Selain motor, warga juga melihat ada dua barang lainnya di lokasi penemuan motor tersebut yakni satu helm dan juga satu buah celana dasar warna hitam. Namun saat ini warga belum berani menyentuh barang tersebut menunggu petugas dari Polres Kaur.

“Untuk barang lain yang juga ditemukan, masih menunggu pemeriksaan dari tim inavis,” ucapnya.

 

Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Kaur Tengah IPTU Joko Susanto SH, dikonfirmasi membenarkan penemuan motor ini diduga memang milik korban pembunuhan tapi masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Motor ditemukan oleh warga, dan diduga milik korban pembunuhan beberapa waktu yang lalu. Saat masih kita dalami, ” demikian Kapolsek.(Kky)

Ini Tanggapan BPPW Bengkulu, Terkait Proyek Jaringan Air Bersih di Desa Bukit Makmur Kabupaten Kaur

0
Keky Yulian/Warnabengkulu.co.id-- Terlihat pipa jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur yang diperbaiki PT Rajin dengan asal jadi menggunakan karung dan karet ban

WARNABENGKULU.CO.ID, KAUR– Akhirnya pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bengkulu angkat bicara menyikapi ramainya pemberitaan proyek pembangunan jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKP melalui tim Humas BPPW Bengkulu Agung Nugroho ST, mengatakan bahwa kerusakan pipa yang terjadi di instalasi air jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur ini di luar pengetahuan BPPW Bengkulu selaku pemilik proyek.

Pihaknya telah mengkonfirmasi terkait kerusakan pipa jaringan air bersih yang dikerjakan PT. Riski Utama Jaya Abadi (RUJA) ini. Agung Nugroho mengakui memang ada kerusakan jaringan pipa tersebut dan secepatnya akan di tindaklanjuti dan dilakukan perbaikan.

“Proyek tersebut sekarang sedang dalam masa pemeliharaan, jadi terkait dengan kerusakan itu semua tanggung jawab pihak ketiga,” terang Nugroho.

Dijelaskannya, terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2024 hingga 21 April 2005 proyek pembangunan jaringan air bersih ini masih dalam masa pemeliharaan kontruksi. Sehingga sesuai dengan aturan, selama masa pemeliharaan semua kerusakan yang timbul menjadi tanggungjawab pihak penyedia jasa dalam yakni PT. RUJA.

“Selama masa pemeliharaan ini, kontraktor akan melakukan perbaikan tanpa menggunakan dana tambahan dari dari pemilik proyek yakni BPPW,” katanya.

Nugroho juga menjelaskan, bahwa di papan plang proyek yang dituliskan anggaran Rp 5,1 miliar tersebut bukan hanya untuk pembangunan saluran air bersih saja. Tetapi ada tiga kegiatan yaitu pembangunan jaringan air bersih, bantuan sanitasi dan pembangunan rabat beton.

“Sebagai informasi, anggaran Rp 5,1 Miliar itu di bagi ke tiga sektor penanganan jadi bukan cuma saluran air bersih. Rinciannya untuk pembangunan jaringan air bersih, sanitasi dan ada juga pembangunan rabat beton,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur ini menuai protes dari keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK).

KPM memprotes karena pembangunannya yang dilakukan PT RAJU dinilai asal jadi. Beberapa bagian dari bangunan proyek ini dinilai sangat tidak layak. Banyak bagian pipa untuk mengalirkan air bocor dan perbaikannya hanya menggunakan alat seadanya seperti karet, dan juga karung.(kky)

Kejari dan Polres Kaur Bengkulu Telusuri Proyek Jaringan Air Bersih Desa Bukit Makmur, Minta Masyarakat Melapor

0
Keky Yulian/Warnabengkulu.co.id-- Inilah pintu air atau bendungan bagian hulu untuk mengalirkan air masuk ke pipa menuju bak penampungan proyek jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur yang menelan anggaran Rp 5,1 Miliar

WARNABENGKULU.CO.ID, KAUR– Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Kaur saat ini tengah menelusuri dugaan pengerjaan asal jadi proyek pembangunan jaringan air bersih di Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Kajari Kaur Pofrizal SH, MH, melalui Kasi Intel Andi Febrianda SH MH ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah membaca pemberitaan media terkait kegiatan tersebut. Namun pihaknya masih akan melakukan penelusuran terlebih dahulu untuk mengungkap kebenarannya.

“Kami sudah baca pemberitaan media terkait proyek ini. Kami akan telusuri dulu, untuk memastikannya,” ucap Kasi Intel.

Kasi Intel mengatakan saat ini proyek yang dikerjakan PT Riski Utama Jaya Abadi yang menelan anggaran Rp 5,1 Miliar tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Sehingga masih tanggungjawab kontraktor untuk memperbaiki.

Namun jika nanti telah selesai masa pemeliharaan, banyak ditemukan indikasi yang merugikan negara. Maka Kejari Kaur akan melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami akan terus pantau ini. Sekarang kan masih masa pemeliharaan, jadi masih ada kesempatan pihak kontraktor untuk memperbaiki,” sampai Andi.

Senada juga disampaikan Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda SH, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim AKP Todo Rio Tambunan S.Th S. IK, M. Th. Dikatakan Polres Kaur sampai saat ini belum menerima laporan terkait proyek di Desa Bukit Makmur ini.

Namun demikian pihaknya akan melakukan penelusuran. Memastikan informasi bahwa proyek jaringan air bersih ini dikerjakan asal jadi seperti pengakuan yang disampaikan masyarakat.

“Belum ada laporan yang kami terima terkait proyek ini. Tapi tetap kami akan telusuri kebenaran informasinya,” ucap Kasatreskrim.

Kasatreskrim mendukung masyarakat Desa Bukit Makmur untuk membuat laporan ke Polres Kaur jika memang ada indikasi proyek pembangunan jaringan air bersih ini merugikan negara. Agar dapat langsung ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau memang proyek pembangunan jaringan air bersih ini tidak sesuai apalagi ada indikasi merugikan negara, silahkan masyarakat membuat laporan ke Polres Kaur. Kami siap menindaklanjuti,” tegas mantan Kapolsek Ratu Agung ini.(kky)

Pengerjaan Proyek Air Bersih BPPW Bengkulu Di Desa Bukit Makmur Kaur Diduga Asal Jadi

0
Keky Yulian/Warnabengkulu.co.id-- Inilah proyek jaringan air bersih BPPW Bengkulu di Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur yang diduga dikerjakan asal jadi

WARNABENGKULU.CO.ID, KAUR– Pengerjaan proyek jaringan air bersih program Penanganan Kemiskinan Ekstrim (PKE) Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bengkulu di Desa Bukit Makmur Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur diduga asal jadi. Proyek yang menelan anggaran Rp 5,1 Miliar ini tidak berfungsi maksimal, sehingga menjadi keluhan masyarakat.

Wartawan Warnabengkulu.co.id  mendatangi langsung lokasi pengerjaan proyek dengan kontraktor PT Riski Utama Jaya Abadi ini. Alhasil sangat miris dan memprihatinkan, jauh dari kata sempurna dan terkesan dikerjakan asal jadi. Dua bak penampungan yang dibangun untuk mengalirkan air sudah sangat miris.

Bak penampungan pertama dibuat sesuai dengan bentuknya, namun bak atau bendungan kedua dibuat seadanya dengan menumpukan batu yang disangga kayu agar air dapat masuk ke pipa yang dialirkan ke bak penampungan pertama.

Melihat kondisi ini, sangat wajar air yang masuk mengalir ke rumah warga tidak maksimal. Pipa atau paralon yang digunakan untuk mengalirkan air sudah banyak pecah. Pipa yang pecah ini terlihat diikat menggunakan karet dan ditimpa dengan karung agar air dapat mengalir.

Kepala Desa Bukit Makmur H. M. Zari Aziz ketika dikonfirmasi membenarkan jika air yang diterima warga penerima manfaat tidak maksimal. Sampai saat ini bangunan jaringan air bersih ini belum berfungsi maksimal bahkan bisa dikatakan tidak berfungsi sama sekali. Sebab ada beberapa warga yang mengaku rumahnya belum pernah mendapatkan air dari pipa saluran air bersih yang di bangun BPPW Bengkulu ini.

“Kita tidak menapik, kalau pembangunan jaringan air bersih ini jauh sekali dari ekspektasi kami warga Bukit Makmur. Jauh dari kata maksimal bahkan ada beberapa warga yang hingga saat ini belum sama sekali dialiri air,” ungkap Kades Bukit Makmur, Sabtu, (21/12/2024 lalu.

Kades juga mengakui, jika sampai saat ini belum ada pihak kontraktor dari proyek ini maupun pihak BPPW berkoordinasi terkait proyek yang dilaksanakan ini. Ada datang menyampaikan bahwa pengerjaan telah selesai dan saat ini masuk dalam tahapan pemeliharaan hingga bulan April 2025 mendatang.

“Komunikasi sampai sekarang belum ada ke kami. Bahkan ada warga meminta pipa untuk memperbaiki yang pecah, tidak ada digubris,” kesal Kades Bukit Makmur.

Dirinya sangat mengharapkan pembangunan jaringan air bersih ini bisa berfungsi maksimal. Karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bukit Makmur. Anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini sangat besar sehingga terkesan mubazir karena tidak dapat dimanfaatkan.

“Mewakili masyarakat, kami berharap pembangunan ini bisa selesai dengan maksimal. Karena jujur kami sangat bersyukur mendapat program ini dari kementerian, tapi juga harus berfungsi maksimal agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” sampai Kades Bukit Makmur.(kky)