Beranda blog Halaman 13

Pengukuhan dan Pelantikan DPC Partai Nasdem Se-Kabupaten Benteng Periode 2025-2029 

0

Warnabengkulu.co.id/Bengkulu Tengah – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) melalui Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Partai Nasdem Kabupaten Benteng, melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasdem untuk periode 2025-2029.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Benteng, Budi Suryantoni S.Sos, M.Si di konfirmasi menjelaskan bahwa susunan pengurus baru ini telah lengkap semua, dan kedepannya diharapkan bekerja sesuai dengan tugas yang telah diamanahkan oleh Partai Nasdem.

‘Seluruh jajaran pengurus tentunya siap mengemban amanah dan ikut memajukan Kabupaten Benteng melalui Partai Nasdem,” katanya

Lebih lanjut, dengan telah terbentuknya pengurus baru yang sudah dikukuhkan dan dilantik, seluruh pengurus akan langsung dan tetap bekerja untuk menjalankan program kerja sesuai dengan yang diamanahkan Partai Nasdem.(Fin)

Kades Talang Perapat Bantah Tak Transparan Kelola Keuangan Desa. Sukman : Audit Inspektorat Jadi Bukti Kuat

0
BANTAH: Kades Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat, Sukman membantah disebut dan dilaporkan tak Transparan melakukan pengelolaan keuangan desa. Sukman menyebut, audit Inspektorat menjadi bukti kuat

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Kepala Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Sukman membantah disebut tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

Sehingga Sukman menyayangkan warga melaporkan pemerintahan desa ke Unit Tipikor Polres Seluma, meyebut pengelolaan keuangan yang dirinya laksanakan bersama perangkat tidak transparan.

“Justru kami mempertanyakan masyarakat mana yang diwakili oleh pelapor. Karena lampiran surat pengaduan itu cuma didukung oleh keluarga Halis Kuspita. Mulai dari suami, ayah dan ibu kandungnya, kakak dan adik kandung serta keluarga yg mempunyai pertalian darah langsung dengan pelapor.

“Memang ada dua orang yg bukan keluarga inti pelapor, namun dua orang ini mengaku dimintai tandatangan untuk proposal balap motor. Ternyata tanda tangan tersebut digunakan untuk pelaporan yg tidak benar ini,” tegas Sukman dikonfirmasi malam ini 18 Desember 2025.

Sukman mengakui, jika warga yang melaporkan Pemdes Talang Perapat ini sempat menemuinya. Sebelum laporan tersebut disampaikan ke Unit Tipikor Polres Seluma.

“Memang pernah warga kami yang bernama Halis Kuspita ini menemui kami dan meminta agar perangkat desa yang memiliki SK ganda segera diberhentikan. Jika tidak segera diberhentikan maka akan dilaporkan. Namun saya jawab bahwa pemberhentian perangkat desa harus mengikuti prosedur, tidak bisa semena-mena. Harus dilihat dan dibuktikan dulu tuduhan yang dimaksud. Jika terbukti yang bersangkutan melanggar aturan maka saya pastikan akan saya tindaklanjuti, namun pelapor minta diberhentikan saat itu juga dengan surat bermaterai 10.000.,” beber Sukman.

Saat itu ungkap Sukman, dirinya mengatakan siap memberhentikan perangkat jika memiliki SK ganda. Dirinya meminta Halis untuk menunjukkan bukti perangkat yang memiliki SK ganda, namun tidak dapat dibuktikan.

Terkait pengelolaan keuangan desa lanjut Sukman, dirinya selalu melaksanakan sesuai dengan Juknis dan Juklaknya. Dirinya selalu melibatkan pendamping desa, sehingga kecil kemungkinan ada penyelewengan.

Selain itu ujar Sukman, untuk pengelolaan Bumdes telah dilaksanakan RAT yang dihadiri tokoh masyarakat, pemerintah desa, BPD dan pengurus Bumdes, Camat Seluma Barat, Pendamping Lokal desa, pendamping desa dan Babinsa serta masyarakat.

Sementara untuk transparansi penggunaan DD dan ADD serta PAD Bumdes, telah dibuat dan dipasang dikantor desa melalui baleho atau papan transparansi. Sehingga tidak ada yg tidak transparan, semua disampaikan kepada masyarakat

“Bukannya saya membantah laporan itu, tapi yang saya sampaikan ini adalah kenyataannya. Semua yang dituduhkan dan dilaporkan tersebut tidak benar, saya siap untuk dibuktikan,” imbuhnya.

Sukman mengaku telah dipanggil dan diperiksa oleh Inspektorat Seluma terkait laporan Halis Kuspita ini. Tim Irban 3 yang saat itu melakukan pemeriksaan, menyebut tidak ada temuan. Jadi semua aman, walau dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kalau nanti saya di panggil oleh APH, jelas saya akan sampaikan ini. Irban 3 yang saat itu memeriksa saya menyebut semua aman, tidak ada permasalahan terkait pengelolaan keuangan desa ini,” sampai Sukman.

Untuk diketahui, Pemerintahan Desa Talang Perapat dilaporkan oleh Halis Kuspita ke Unit Tipikor Satreskrim Polres Seluma. Halis yang juga warga Desa Talang Perapat ini melapor, karena pemerintahan desa tidak transparan mengelola keuangan desa yang bersumber dari dana desa.

Dalam laporannya, Halis menyebut Pemdes tidak pernah menyampaikan ke masyarakat terhadap realisasi dana desa yang dilaksanakan. Termasuk juga pengelolaan keuangan Bumdes yang masih dikelola oleh pengurus lama, padahal telah ada pengurus baru.

Selain itu ada dugaan penyelewengan anggaran pembuatan lapang Volleyball tahun 2024 lalu, yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 140 juta.(aba)

Kades di Kaur Klarifikasi Tidak Pernah Dipanggil Tipikor Polres Kaur

0
KLARIFIKASI: Tiga Kades klarifikasi, nyatakan tidak pernah dipanggil oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Kaur, Minggu 14 Desember 2025

Warnabengkulu.co.id,//KABUPATEN KAUR – Beberapa Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kaur, Bengkulu, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar di media sosial bahwa mereka dipanggil oleh Tim Penyidik Tipikor Polres Kaur terkait masalah SPJ dan RAP, serta dimintai uang sebesar 1 juta rupiah.

Kades Kecamatan Lungkang Kule, Kades Talang Padang Kecamatan Kinal, dan Kades Selika 3 Kecamatan Tanjung Kemuning menyatakan bahwa mereka tidak pernah dipanggil oleh Tipikor Polres Kaur untuk urusan tersebut.

“Kami ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak pernah ada pemanggilan atau permintaan uang dari Tipikor Polres Kaur kepada kami sebagai Kades,” kata para Kades dalam pernyataan bersama, Minggu (14/12/2025).

Mereka menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami selalu kooperatif dengan pihak berwajib dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang tidak benar,” tambahnya.

Para Kades meminta masyarakat untuk tidak percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan meminta agar masyarakat dapat memverifikasi informasi melalui saluran resmi.

Polres Kaur belum memberikan pernyataan resmi terkait isu ini. Kami akan terus memantau perkembangan informasi ini dan memberikan update jika ada pernyataan resmi dari pihak berwajib.(Kky)

Pengelolaan Keuangan Tak Transparan, Pemdes Talang Perapat Seluma, Dilaporkan ke Polisi

0
DILAPORKAN: Diduga Pengelolaan keuangan desa tidak transparan, Pemdes Talang Perapat dilaporkan ke Polres Seluma

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat dilaporkan ke Unit Tipikor Satreskrim Polres Seluma. Laporan ini karena masyarakat kesal, lantaran pengelolaan keuangan desa dan Bumdes yang tidak transparan.

Warga Desa Talang Perapat, Halis Kuspita membenarkan hal ini. Halis mengakui dirinya yang membuat langsung laporan tersebut, yang sudah disepakati bersama masyarakat. Laporan ini wujud kekesalan masyarakat yang menilai pengelolaan keuangan desa dan Bumdes tidak transparan kepada masyarakat.

“Pengelolaan keuangan baik dana desa juga Bumdes tidak ada transparan. Jadi kami masyarakat sepakat melaporkan perkara ini ke Polres Seluma,” terang Halis, Kamis siang 18 Desember 2025.

Ketidak transparanan pengelolaan anggaran Bumdes yang dialokasikan melalui dana desa ini jelas Halis, sudah terjadi sejak lama. Besaran alokasi anggaran tidak pernah disampaikan ke masyarakat.

Selain itu ucap Halis, kepengurusan Bumdes masih dilaksanakan oleh pengurus lama, padahal sudah terbentuk kepengurusan baru. Serah terima jabatan tak kunjung dilakukan oleh pengurus lama ke pengurus baru yang telah ditetapkan.

“Dana yang dikelola ini kan uang negara, kami masyarakat wajib mengetahui. Ini jangankan menyampaikan laporan, kepengurusan saja masih yang lama. Padahal sudah ada kepengurusan baru,” beber Halis.

Selain pengelolaan keuangan Bumdes ujar Halis, dirinya dan masyarakat juga melaporkan anggaran pembuatan lapangan volley ball yang sangat tidak masuk akal dengan hasil pembangunannya. Dengan anggaran yang dialokasikan melalui dana desa tahun 2024 sebesar Rp 140 juta.

“Anggaran pembangunan lapangan volley ball ini juga kami laporkan. Karena tidak masuk akal menurut kami, dengan hasil pembangunannya,” ucap Halis.

Menanggapi ini, Kepala Desa Talang Perapat, Sukman belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan terkait laporan masyarakat ini. Dihubungi melalui telepon dan pesan whatsapp, belum di dapat jawaban hingga berita ini dipublish.(aba)

1.800 Siswa Terima Beasiswa PIP, Kolaborasi Pemkab Seluma dan Anggota DPR RI My Esti Wijayanti

0
BEASISWA PIP: Tampak Ketua DPC PDIP Seluma, Nofi Eriyan Andesca, S.Sos memantau langsung proses pencarian beasiswa PIP persembahan anggota DPR RI My Esti Wijayanti di Sekretariat DPC PDIP di Kelurahan Sukaraja, Kamis pagi 18 Desember 2025

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma dan Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR) RI sukses mengucurkan anggaran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 1.800 siswa. Biasiswa ini persembahan anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah pemilihan (Dapil) Yogyakarta, My Esti Wijayanti.

Ketua DPC PDIP Seluma, Nofi Eriyan Andesca membenarkan bahwa program beasiswa PIP ini adalah persembahan anggota DPR RI Fraksi PDIP dari Dapil Yogyakarta, My Esti Wijayanti.

“Program beasiswa ini sukses di kita dapatkan, berkat perjuangan dan kolaborasi dengan Pak Bupati Teddy Rahman. Total ada 1.800 siswa menerima beasiswa ini di tahun 2025,” terang Nofi Eriyan Andesca Kamis siang 18 Desember 2025.

Dijelaskan Nofi, penyaluran beasiswa PIP program anggota DPR RI My Esti Wijayanti dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini dibagi dua tahap di tahun 2025. Tahap pertama penyaluranya dilaksanakan bulan Juni lalu dan tahap kedua di Bulan Desember ini.

“Untuk tahap pertama ada 1.400 siswa yang menerima. Dan tahap ke dua ini ada 423 siswa yang menerima beasiswa ini,” kata Nofi.

Siswa penerima beasiswa ini ujar Nofi, semuanya adalah warga Kabupaten Seluma. Mulai dari siswa SD, SMP hingga SMK dan SMA sederajat. Penyaluran beasiswa tahap 2 telah dimulai hari ini hingga 31 Desember 2025 mendatang.

Untuk besaran beasiswa yang diterima ucap Nofi, siswa SD kelas 1 dan 6 menerima Rp 225 ribu dan Kelas 2-5 menerima Rp 450 ribu. Lalu siswa SMP Kelas 7 dan 9 menerima Rp 375 ribu dan kelas 8 menerima setengahnya atau Rp 750 ribu. Selanjutnya untuk siswa SMA/SMK sederajat kelas 10 dan 12 menerima Rp 900 dan kelas 11 menerima setengahnya yaitu Rp 1,8 juta.

“Saat ini sedang berproses untuk pencarian tahap 2. Untuk siswa yang menerima, dapat segera menghubungi Sekretariat DPC PDIP Seluma di Kelurahan Sukaraja,” terang Nofi.

Terpisah Bupati Seluma Teddy Rahman menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada DPC PDIP Seluma dan DPD PDIP Provinsi Bengkulu yang telah merealisasikan beasiswa untuk siswa Seluma ini.

“Terimakasih kepada Ketua DPC PDIP Seluma dan jajaran juga Ketua DPD PDIP Bengkulu dan jajarannya yang telah merealisasikan beasiswa ini. Apresiasi dan terimakasih tak terhingga saya sampaikan, atas nama pribadi dan Pemkab Seluma,” sampai Teddy Rahman.

Kepada orang tua dan siswa penerima beasiswa, Teddy berpesan untuk menggunakan uang beasiswa ini dengan baik sesuai peruntukannya untuk keperluan sekolah.

“Untuk orang tua dan siswa yang menerima beasiswa ini saya ucapkan selamat. Gunakan uang ini sebaiknya untuk keperluan sekolah,” pesan Teddy Rahman.(aba)

PDI Perjuangan Bengkulu Tengah Serahkan Bantuan Beasiswa PIP 2025

0

Warnabengkulu.co.id//Bengkulu Tengah
Anggota DPRD Bengkulu Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Fery Haryadi menunjukkan komitmen kuatnya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ratusan pelajar di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Penyerahan beasiswa yang berlangsung secara simbolis di Aula Sekretariat DPC Bengkulu Tengah pada Kamis (18/12/25).

Kehadiran beasiswa merupakan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Ketua DPC PDIP Bengkulu Tengah Fery Haryadi, S.Sos
,M.Si menekankan pentingnya pendidikan sebagai satu-satunya tangga untuk meningkatkan taraf hidup. Ia secara blak-blakan mengungkapkan perjuangannya untuk mendapatkan alokasi dana beasiswa PIP bagi pelajar di Bengkulu Tengah.

“Program ini merupakan dari Pemerintah melalui legilatif untuk rakyat, jadi dari rakyat untuk rakyat,” ucap Fery.

Exif_JPEG_420

Fery menjelaskan Kuota penerima beasiswa PIP untuk Kaltara. Total beasiswa yang disalurkan melalui aspirasinya mencapai 427 orang siswa se-kabupaten Bengkulu Tengah.

“Mengingatkan para orang tua agar tidak menyalahgunakan dana beasiswa untuk keperluan pribadi. Tolong uang ini jangan diganggu-ganggu. Kalau ingin hidup anak-anak kita lebih baik, jangan ambil satu rupiah pun,” pesannya.

Fery juga mengajak para orang tua untuk mendampingi anak-anak saat mengambil dana beasiswa agar dana tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan sekolah.

“Kalau datang ambil duitnya, anaknya diajak,” Ucap Fery.

Fery juga berpesan kepada para siswa untuk menggunakan bantuan ini sebaik-baiknya dan terus bersemangat dalam belajar.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar daripada materi,” ujarnya.

Ia berharap beasiswa ini bisa terus berlanjut hingga anak-anak lulus kuliah, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan Bengkulu Tengah.(End)

Genesis Ungkap, Ada 40 Lubang Eks Tambang Diduga Tak Direklamasi Di Bengkulu

0
REKLAMASI TAMBANG: Genesis Bengkulu ungkap data tambang di Provinsi Bengkulu yang diduga belum melaksanakan reklamasi

WARNABENGKULU.CO.ID, BENGKULU – Genesis Bengkulu mengungkap data lengkap perusahaan tambang batubara yang diduga tidak melakukan reklamasi lubang eks tambang di Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan hasil update identifikasi dan analisa Genesis Bengkulu periode 2025, ditemukan sedikitnya 40 lubang eks tambang batubara milik 9 perusahaan yang izin usaha pertambangannya (IUP) telah berakhir pada rentang 2015 hingga 2023 namun diduga belum direklamasi.

Direktur Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra, mengatakan total luasan lubang eks tambang tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare dan tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Seluma.

“Ini hasil identifikasi dan analisa Genesis Bengkulu periode Desember 2025,” kata Egi.

Egi merinci, lubang terbanyak dimiliki PT Rekasindo Guriang Tandang dengan 15 lubang seluas sekitar 12,24 hektare di Kabupaten Bengkulu Utara, dengan IUP berakhir pada 2015. Selanjutnya PT Ratu Samban Mining memiliki 7 lubang dengan luas 12,76 hektare, IUP berakhir pada 2023.

Perusahaan lainnya yakni PT Cipta Buana Seraya dengan 5 lubang seluas 3,02 hektare, serta PT Danau Mas Hitam dengan 4 lubang seluas 6,64 hektare.

Selain itu, Genesis Bengkulu juga mencatat lubang eks tambang milik PT Bara Indah Lestari, PT Bumi Arma Sentosa, PT Bara Mega Quantum, dan PT Ferto Rejang, dengan luasan yang bervariasi.

“Perusahaan-perusahaan tersebut meninggalkan lubang eks tambang dengan IUP yang telah habis, namun belum terlihat upaya reklamasi,” jelas Egi.

Genesis Bengkulu mendesak pemerintah untuk memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan tersebut karena dinilai membahayakan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Dampaknya sangat serius, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ancaman longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi di sekitar lokasi bekas tambang,” tegas Egi.(aba)

Catat! Ini Jadwal Libur Sekolah SD dan SMP Di Seluma Bengkulu

0
JADWAL LIBUR SEKOLAH: Kadis Dikbud Seluma, Munarwan Safu'i dikonfirmasi Rabu siang 17 Desember 2025 menjelaskan jadwal libur sekolah semester ganjil tahun ajaran 2025/2026

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, merilis jadwal libur sekolah semester pertama tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i menjelaskan libur semester pertama atau semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai tanggal 20 Desember 2025 mendatang, hingga tanggal 4 Januari 2026.

“Libur di mulai tanggal 20 Desember ini dan berakhir 4 Januari 2026. Tanggal 5 Januari hari pertama masuk sekolah,” terang Munarwan Safu’i dikonfirmasi Rabu 17 Desember 2025.

Tanggal 19 Desember 2025 jelas Munarwan, seluruh sekolah di bawah naungan Dikbud Seluma akan melaksanakan pembagian raport. Pembagian raport ini serentak dilaksanakan, sesuai dengan kalender pendidikan yang telah di tetapkan Dikbud Seluma.

“Jum’at lusa, 19 Desember 2025, semua sekolah serentak melaksanakan pembagian raport,” tukas Munarwan.

Mengingatkan lamanya libur sekolah ini ucap Kadis Dikbud, dirinya berpesan kepada orang tua wali murid untuk tidak lengah menjaga dan memperhatikan anak. Dengan tidak memberikan kebebasan yang terlalu, yang dapat membahayakan anak.

“Inikan libur panjang, ada 14 hari. Selama libur ini, perhatikan dan awasi terus anak. Jangan lepas kontrol, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” pesan Munarwan.

Dia menambahkan selama anak libur sekolah ini, dirinya mengharapkan bimbingan orang tua untuk anak tetap mengulang pelajaran yang telah didapat selama semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.

“Satu hal yang paling penting, jangan berikan kebebasan anak menggunakan kendaraan. Ini wajib kami ingatkan, demi keselamatan anak selama masa libur sekolah yang segera dilaksanakan ini,” sampai Munarwan.(aba)

Instruksi Bupati Tak Digubris, Baru 30 Persen CPNS Rekam KTP dan Adminduk Seluma

0
MEMBANDEL: Kadis Dukcapil Seluma, Irzani dikonfirmasi Rabu siang 17 Desember 2025 menjelaskan bahwa baru 30 persen CPNS pindah KTP dan Adminduk Seluma, termasuk ASN dan PPPK

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Instruksi Bupati Seluma Teddy Rahman agar CPNS ber KTP dan memiliki administrasi kependudukan Seluma tidak begitu digubris oleh 900 CPNS yang telah bertugas empat bulan di Seluma.

Pasalnya saat ini baru 30 persen yang telah melaksanakan instruksi Bupati Seluma ini. Padahal instruksi atau perintah ini wajib untuk dilaksanakan dan diikuti oleh para seluruh CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Kadisdukcapil Seluma, Irzani membenarkan hal ini. Kadis mengakui baru 30 persen CPNS Seluma yang pindah KTP dan Adminduk Seluma. Sesuai instruksi yang disampaikan Bupati Seluma Teddy Rahman.

“Benar, sampai saat ini baru 30 persen CPNS yang pindah KTP dan Adminduk Seluma, dari total 900 CPNS yang ada,” terang Irzani dikonfirmasi Rabu 17 Desember 2025.

Dijelaskan Irzani, sesuai data saat ini baru 337 CPNS yang pindah KTP dan Adminduk Seluma. Pihaknya ucap Irzani terus melakukan sosialisasi kepada CPNS, namun masih banyak yang tidak menggubris untuk menindaklanjuti.

“Sosialisasi telah kami lakukan, namun banyak yang belum merespon,” keluh Irzani.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Seluma Teddy Rahman menginstruksikan seluruh CPNS, ASN dan PPPK Seluma untuk pindah KTP dan Adminduk Seluma. Instruksi ini wajib diikuti dan dilaksanakan untuk mendukung program pembangunan yang akan dilaksanakan Pemkab Seluma.

“Saya mewajibkan semua CPNS, ASN dan PPPK untuk pindah KTP dan Adminduk Seluma. Untuk penambahan jumlah penduduk, mendukung program pembangunan yang akan dilaksanakan,” sampai Teddy Rahman.(aba)

Bupati Seluma Teddy Rahman Cicil Hutang Proyek 2024 Rp 11,8 Miliar, Masing- Masing Kontraktor Terima 30 Persen

0
HONOR NAKES: Plt Kepala BKD Seluma, Herman Suyadi menyampaikan bahwa pihaknya siap membayar Honor Nakes terhutang tahun 2024. Dinkes Seluma diminta ajukan usulan

WARNABENGKULU.COM, SELUMA– Bupati Seluma Provinsi Bengkulu Teddy Rahman menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,8 Miliar untuk membayar hutang proyek tahun 2024. Dengan anggaran ini, maka masing-masing kontraktor akan menerima 30 persen dari total hutang yang belum dibayarkan.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Seluma, Herman Suyadi mengatakan anggaran untuk mencicil hutang proyek 2024 ini telah tersedia di kas daerah atau Kasda. Siap untuk disalurkan kepada para kontraktor yang terhutang.

“Anggarannya sudah tersedia di Kasda, sebesar Rp 11,8 Miliar. Jadi masing-masing kontraktor kita cicil 30 persen dari total proyek yang terhutang,” terang Herman Suyadi Selasa 16 Desember 2025.

Dijelaskan Herman, pembayaran hutang ini sebagai bentuk komitmen Bupati Seluma terhadap hutang yang sama-sama sekali tidak melibatkan dirinya tersebut.

Anggaran untuk pembayaran hutang ini bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah pusat. Dari total DBH Rp 43 Miliar, baru ditransfer oleh Kemenkeu sebesar Rp 11,8 Miliar.

“Ini sebagai bentuk komitmen pak bupati. Nanti jika pemerintah pusat kembali membayar DBH, maka kita bayar lagi hutang proyek 2024. Untuk pertama ini baru Rp 11,8 Miliar yang ditransfer dari total DBH Rp 42 Miliar,” ungkap Herman Suyadi.

Sesuai LO Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma ujar Herman, pembayaran hutang proyek tahun anggaran 2024 ini dilaksanakan melalui anggaran DBH pemerintah pusat. LO ini menjadi dasar atau landasan pembayaran proyek terhutang tersebut.

“LO Kejari Seluma menjadi acuan kita. Di LO disebutkan, bahwa pembayaran hutang dilakukan melalui DBH pemerintah pusat,” kata Herman.

Herman menambahkan proses pembayaran akan segera dilakukan. Sesuai besaran proyek terhutang, kontraktor akan menerima cicilan pembayaran sebesar 30 persen.

“Segera akan kita proses pembayarannya. Sesuai besaran hutangnya, kontraktor akan menerima sebesar 30 persen,” sampai Herman.(aba)