Strategi Jitu Bupati Seluma Teddy Rahman–Gustianto, Pembangunan Tetap Jalan di Tengah Efisiensi Anggaran

WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat secara besar-besaran sejak 2025 menjadi tantangan serius bagi kepala daerah di seluruh Indonesia. Kondisi ini bahkan masih berlanjut hingga tahun anggaran 2026 dan berdampak pada hampir seluruh sektor pembangunan daerah.

Situasi tersebut juga dirasakan Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, sejak Bupati Seluma Teddy Rahman resmi dilantik bersama Wakil Bupati Gustianto pada 20 Februari 2025 lalu. Namun, alih-alih menjadikan efisiensi sebagai penghambat, Bupati Teddy Rahman justru menjadikannya sebagai momentum untuk menyusun strategi jitu agar pembangunan tetap berjalan.

“Efisiensi anggaran ini memang menjadi momok bagi banyak kepala daerah. Tapi bagi kami, ini justru tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras, kedisiplinan, dan strategi yang tepat,” kata Bupati Seluma Teddy Rahman.

Bupati Teddy mengungkapkan, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menerapkan disiplin ketat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seluruh OPD diwajibkan aktif bergerak, tidak hanya menunggu, tetapi juga menjemput peluang program dari pemerintah pusat.

“Tidak ada lagi OPD yang hanya diam di tempat. Semua saya minta bergerak, berlomba-lomba mencari program ke kementerian. Kita harus jemput bola,” tegas Teddy.

Hasilnya, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Seluma berhasil mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 356 miliar. Anggaran tersebut diperoleh dari berbagai program kementerian yang berhasil diperjuangkan oleh OPD melalui koordinasi intensif dan lobi ke pemerintah pusat.

Menurut Teddy, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perombakan birokrasi yang dilakukan sejak awal kepemimpinannya. Perombakan itu bertujuan untuk menghidupkan kembali “mesin” birokrasi agar selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Seluma.

“Perombakan birokrasi kita lakukan agar OPD benar-benar bekerja. Alhamdulillah, sekarang mesin birokrasi hidup kembali dan bergerak untuk mewujudkan visi Seluma Emas Berlian,” ucapnya.

Strategi tersebut berlanjut pada tahun 2026. Hingga saat ini, Kabupaten Seluma kembali berhasil mengamankan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 340 miliar lebih. Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur strategis, khususnya jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Rinciannya, sebesar Rp 156 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan Talang Alai–Talang Giring serta jalan Gunung Agung–Talang Giring. Lalu perbaikan jalan nasional Betungan- Seluma sepanjang 49 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 187 Miliar. Selain itu, sejumlah ruas jalan di wilayah Ulu Seluma juga masuk dalam Program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.

“Untuk wilayah Ulu Seluma, jalan Ulu Alas, Lubuk Resam, dan Padang Capi sudah masuk program IJD. Semua ruas jalan tersebut bahkan sudah disurvei langsung oleh tim dari BPJN,” jelas Teddy.

Bupati Teddy menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, akses pendidikan, kesehatan, serta kelancaran distribusi hasil pertanian.

“Kita ingin memastikan pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas. Kuncinya ada pada kekompakan, disiplin dan kemauan untuk bekerja. Sehingga saya paling anti dengan ASN yang malas dan pintar mengakali,” pungkas Teddy.(aba)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,911PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles