Warnabengkulu.co.id//Kabupaten Kaur– Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mengalami penurunan, pasca lebaran idul Fitri 1444 Hijriah. Awalnya TBS di hargai Rp 2100, lalu turun Rp 1.900, Rp 1.750 dan akhirnya terjun bebas di harga Rp 1.430 per kilogram.
Hendri, salah seorang tauke atau pengepul sawit di Desa Tanjung Iman 1, Kecamatan Tanjung Kemuning mengatakan, terus turunnya harga TBS kelapa sawit ini merupakan derita bagi dirinya juga petani yang lain. Sebab kelapa sawit ini merupakan andalan, satu-satunya sumber penghasilan keluarga.
“Seminggu ini, sudah tiga kali harga ini turun. Kini bertahan di Rp 1.430 perkilonya. Sakit kami petani kalau seperti ini,” kata Hendri, kemarin (3/5/2023).
Kata Hendri, Saat buah sawit normal tapi harga yang turun drastis, sehingga penghasilan kebun juga menurun drastis.
“Hasil panen sekarang Sudah normal lagi Tapi harga juga sedang turun,” ucapnya
Hendri berharap harga TBS sawit ini dapat naik kembali. Apalagi sesudah hari raya idul Fitri ini, Hasil panen petani sudah semakin meningkat. Sehingga diharapkan dibarengi dengan kembali naiknya harga TBS yang menjadi harapan para petani kelapa sawit.
“Pihak terkait kami harap dapat bertindak. Minimal stabil, sesuai dengan harga sembako saat ini. Kalau terus begini, makin terpuruk kami petani sawit ini,” ungkapnya.(kky)



