WARNABENGKULU.CO.ID, SELUMA– Kawasan Cagar Alam (CA) di Desa Pasar Talo Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dirambah oknum masyarakat. Mirisnya lahan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan ini, telah ada yang memiliki sertifikat atau SHM.
Mantan Kepala Desa Pasar Talo, Takril mengatakan perambahan hutan CA Pasar Talo ini di mulai sejak tahun 2021 lalu. Atau setelah dirinya tidak lagi menjabat kepala desa.
“Waktu saya masih menjabat kepala desa, tidak ada yang berani menggarap CA ini. Karena memang saya larang dan cegah jika ada warga yang menggarap,” terang Takril dikonfirmasi Warnabengkulu.co.id Minggu 1 Februari 2026.
Dikatakan Takril, sejak dirinya tidak lagi menjabat kepala desa, perambahan hutan CA Pasar Talo mulai terjadi. Bahkan saat ini telah nyaris habis, telah berubah menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit.
“Mirisnya lagi, lahan CA yang digarap ini sudah ada yang bersertifikat. Ini artinya pemerintahan Desa Pasar Talo telah berani menerbitkan SKT yang menjadi dasar penerbitan SHM yang mulai terjadi di tahun 2023,” kata Takril.
Dirinya ujar Takril, telah berupaya mencegah perambahan ini. Dirinya pernah mengingatkan pemerintahan desa agar mencegah dan melapor ke BKSDA Seksi Wilayah 2 Seluma agar perambahan dapat dicegah.
“Tidak ada tanggapan dari pemerintahan desa, saat saya ingatkan itu. Hingga aksi perambahan terus berlanjut hingga saat ini,” ucap Takril.
Karena kesal lanjut Takril, dirinya memancing BKSDA untuk turun dengan melakukan pembersihan CA. Aksi dirinya ini langsung menuai ancaman dari pemerintahan desa, dirinya langsung dilaporkan dengan BKSDA.
“Saya bersihkan CA itu untuk memancing BKSDA turun. Tapi malah saya diancam dan dilaporkan,” ujar Takril.
Takril berharap BKSDA Seksi Wilayah 2 Seluma dapat segera turun untuk menyelamatkan huta CA Pasar Talo ini. Karena keberadaan CA telah terancam habis, telah berubah menjadi kawasan perkebunan sawit masyarakat.
“Saya minta BKSDA Seluma segera turun untuk menertibkan CA Pasar Talo ini. Jangan sampai CA ini terus dirambah dan akhirnya habis menjadi kebun kelapa sawit,” tukas Takril.
Menanggapi ini Tribunbengkulu.com mencoba mengkonfirmasi Sekdes Pasar Talo, Hasril Tasaong, namun belum didapat jawaban. Dihubungi melalui telepon tidak didapatkan jawaban hingga berita ini dipublish.(aba)




