Warnabengkulu.co.id//Bengkulu Tengah – Kisruh mengenai dana operasional kegiatan di Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang sudah dilaksanakan di akhir tahun 2024 lalu, namun hingga kini menjelang pertengahan tahun 2025 masih ada panitia yang belum sama sekali menerima uang operasional dari kegiatan, diduga menjadi korban permainan oknum beberapa ASN di Dispora Benteng yang memegang jabatan dan mengendalikan kegiatan tersebut mulai dari pimpinan OPD yang lama, yang diketahui saat ini sudah di tahan atas kasus yang lain, hingga pejabat sekelas Kepala Bidang (Kabid). Adapun kegiatan tersebut yakni pertadingan pencak silat, baskett bal, Volly ball dan Taekwondo. Sementara untuk cabor renang dibatalkan.
Penelusuran awak media pada beberapa pegawai di Dispora, diakui oleh beberapa pegawai yang terlibat dalam kegiatan karena kaitannya dengan arahan pejabat terkait di OPD tersebut.
“Kami menuruti arahan dari pimpinan untuk diam dan tidak memberitahukan kepada pihak luar dari Dispora,” ujar salah seorang ASN yang sempat terlibat di kegiatan tersebut yang minta namanya dirahasiakan.
Diakui oleh ASN tersebut, sebelumnya dana kegiatan tersebut sebenarnya untuk KONI Benteng yang termuat dalam APBD-P tahun 2024, diubah oleh dinas menjadi swakelola.
Namun kegiatan masih melibatkan beberapa pengurus dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sementara, untuk kendali keuangan atau anggaran semuanya ditangani oleh pejabat terkait sekelas Kepala Bidang (Kabid) di Dispora Benteng.
Semua data keuangan dari pengeluaran diambil alih oleh oknum di Dispora tersebut, misalnya konsumsi, dan sebagainya. Sementara panitia cabor di lapangan hanya menerima barang jadi dan tidak mengetahui sama sekali nilai atau besaran anggaran. RAB kegiatan bahkan panitia tidak diperlihatkan sama sekali.
Bahkan, yang lebih mengejutkan lagi penelusuran media ke beberapa orang panitia dilapangan, untuk kegiatan PPTK meminta atau memotong fee sampai dengan duapuluh persen di tambah pajak tigabelas persen. Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan beberapa panitia dari cabor yang akan ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan.
Sementara itu, salah seorang panitia kegiatan yang belum menerima uang operasional kegiatan berharap kalau memang masih ada dananya, minta disampaikan sesuai dengan haknya. Apalagi, menjadi panitia sudah tidak tentu jamnya lagi saat kegiatan itu.
“Kalau masih ada dan bisa didapat, kami minta direalisasikan,” ujar Afrizal, panitia yang belum menerima hasil keringatnya pada event yang dilaksanakan oleh Dispora Benteng diakhir tahun 2024 lalu.
Dilain pihak, pengurus dari Cabor Pencak Silat, Romi mengakui bahwa untuk pihaknya sudah mendapatkan. Tetapi, hal tersebut, harus dilalui dengan adu argumen yang cukup alot dengan pihak Dispora. (Btg)




